5 Hal Penting soal Plastik yang akan Kamu Temui kalau Nonton Pulau Plastik
Jum'at, 09 April 2021 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Temuan baru pun didapat saat proses penggarapan film dokumenter pertama Visinema tersebut. Gede Robi, vokalis band rock Navicula menyebut, ditemukannya keterlibatan industri internasional saat mereka berupaya masuk ke tahap daur ulang sampah plastik di Indonesia.
“Permasalahan yang terjadi di Indonesia ternyata melibatkan aktivitas global,” ucap Robi.
Tak hanya itu, Prigi juga mengungkapkan adanya negara maju yang membuang sampah plastik mereka ke negara-negara berkembang. “Ternyata, negara-negara maju seperti Amerika, Uni Eropa, Inggris, kemudian Australia, tidak suka mengolah sampah-sampah mereka. Mereka membuang ke negara-negara berkembang seperti kita,” tambah Prigi.
Baca Juga: Dari Perbudakan hingga Jaring Pembunuh, Ini Fakta Mengerikan Industri Perikanan dalam Film 'Seaspiracy'
3. MERUSAK EKOSISTEM LAUT
![5 Hal Penting soal Plastik yang akan Kamu Temui kalau Nonton]()
Foto: YouTube Visinema Pictures
Dalam video teaser trailer “Pulau Plastik” yang dirilis pada Jumat (2/4) lalu, ditampilkan banyaknya sampah plastik yang mencemari perairan, khususnya lautan. Disebut bahwa fenomena sampah kiriman yang terjadi hampir setiap tahun telah mencapai 25 ton per hari.
“Kurang dari lima menit, saya sudah menemukan sedotan plastik sedemikian banyak,” ucap Robi yang juga tampil dalam video tersebut.
Menurut Tiza, film “Pulau Plastik” menceritakan masalah-masalah plastik yang benar ada di sekitar kita. Tiza berpendapat, semua masalah plastik yang ada di perairan bersumber dari daratan. “Sumbernya dari daratan karena manusianya ada di daratan,” kata Tiza.
4. MIKROPLASTIK MENGANCAM MASA DEPAN MANUSIA
![5 Hal Penting soal Plastik yang akan Kamu Temui kalau Nonton]()
Foto: Visinema Pictures
“Permasalahan yang terjadi di Indonesia ternyata melibatkan aktivitas global,” ucap Robi.
Tak hanya itu, Prigi juga mengungkapkan adanya negara maju yang membuang sampah plastik mereka ke negara-negara berkembang. “Ternyata, negara-negara maju seperti Amerika, Uni Eropa, Inggris, kemudian Australia, tidak suka mengolah sampah-sampah mereka. Mereka membuang ke negara-negara berkembang seperti kita,” tambah Prigi.
Baca Juga: Dari Perbudakan hingga Jaring Pembunuh, Ini Fakta Mengerikan Industri Perikanan dalam Film 'Seaspiracy'
3. MERUSAK EKOSISTEM LAUT

Foto: YouTube Visinema Pictures
Dalam video teaser trailer “Pulau Plastik” yang dirilis pada Jumat (2/4) lalu, ditampilkan banyaknya sampah plastik yang mencemari perairan, khususnya lautan. Disebut bahwa fenomena sampah kiriman yang terjadi hampir setiap tahun telah mencapai 25 ton per hari.
“Kurang dari lima menit, saya sudah menemukan sedotan plastik sedemikian banyak,” ucap Robi yang juga tampil dalam video tersebut.
Menurut Tiza, film “Pulau Plastik” menceritakan masalah-masalah plastik yang benar ada di sekitar kita. Tiza berpendapat, semua masalah plastik yang ada di perairan bersumber dari daratan. “Sumbernya dari daratan karena manusianya ada di daratan,” kata Tiza.
4. MIKROPLASTIK MENGANCAM MASA DEPAN MANUSIA

Foto: Visinema Pictures
Lihat Juga :