Kisah Romantis Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II, Saling Setia Selama 74 Tahun
Jum'at, 09 April 2021 - 21:48 WIB
loading...
A
A
A
Begitu Philip kembali dari Pacific Theater pada 1946, hubungannya dengan Ratu Elizabeth berkembang pesat. Rumornya, pada Juni 1946 sang bangsawan muda akhirnya memberanikan diri untuk melamar Elizabeth.
Siapa sangka, terlepas dari kisah cinta Philip dan Elizabeth yang mulus. Awalnya ada beberapa penolakan tentang pernikahan mereka. Banyak yang beranggapan bahwa sosok Philip terlalu kasar, terlalu Jerman, terlalu Yunani. Namun, Putri Elizabeth bersikukuh dengan hubungannya dengan Philip.
Hingga akhirnya dibuat pengumuman resmi pada Juli 1947, dengan nama belakang Anglicized baru Philip yakni Mountbatten. Beberapa bulan kemudian, dia melepaskan haknya atas tahta Yunani dan Denmark.
Empat bulan kemudian, 20 November 1947, Pangeran Philip dan Putri Elizabeth menikah di hadapan 2.000 orang di Westminster Abbey. Saat itu, ayah Elizabeth, Raja George VI memuji sosok Philip yang berani tetap menikahi Elizabeth dengan kondisi mengetahui suatu saat Elizabeth lah yang menjadi Ratu dan memimpin kerajaan Inggris.
Tapi, Raja George VI menilai, Pangeran Philip adalah sosok yang tepat untuk mendampingi Ratu Elizabeth II, buka sekadar sebagai istri tapi juga pemimpin tertinggi Inggris.
Usai menikah, pengantin baru ini tinggal selama beberapa tahun di Malta, lokasi Pangeran Philip bertugas. Kemudian Philip dan Elizabeth dikarunia dua orang anak, Pangeran Charles dan Putri Anne. Di usia pernikahan kelima, ayah Elizabeth, Raja George jatuh sakit dan meninggal pada 1952.
Siapa sangka, terlepas dari kisah cinta Philip dan Elizabeth yang mulus. Awalnya ada beberapa penolakan tentang pernikahan mereka. Banyak yang beranggapan bahwa sosok Philip terlalu kasar, terlalu Jerman, terlalu Yunani. Namun, Putri Elizabeth bersikukuh dengan hubungannya dengan Philip.
Hingga akhirnya dibuat pengumuman resmi pada Juli 1947, dengan nama belakang Anglicized baru Philip yakni Mountbatten. Beberapa bulan kemudian, dia melepaskan haknya atas tahta Yunani dan Denmark.
Empat bulan kemudian, 20 November 1947, Pangeran Philip dan Putri Elizabeth menikah di hadapan 2.000 orang di Westminster Abbey. Saat itu, ayah Elizabeth, Raja George VI memuji sosok Philip yang berani tetap menikahi Elizabeth dengan kondisi mengetahui suatu saat Elizabeth lah yang menjadi Ratu dan memimpin kerajaan Inggris.
Tapi, Raja George VI menilai, Pangeran Philip adalah sosok yang tepat untuk mendampingi Ratu Elizabeth II, buka sekadar sebagai istri tapi juga pemimpin tertinggi Inggris.
Usai menikah, pengantin baru ini tinggal selama beberapa tahun di Malta, lokasi Pangeran Philip bertugas. Kemudian Philip dan Elizabeth dikarunia dua orang anak, Pangeran Charles dan Putri Anne. Di usia pernikahan kelima, ayah Elizabeth, Raja George jatuh sakit dan meninggal pada 1952.
Lihat Juga :