Pemakaman Pangeran Philip Dijalankan Sesuai Protokol Kesehatan dan Tanpa Upacara Kenegaraan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:53 WIB
loading...
Pangeran Philip. Foto/Independent.co.uk
A
A
A
JAKARTA - Pemakaman Pangeran Philip dipastikan bakal digelar dengan protokol kesehatan ketat. Hal tersebut menjadikan pemakaman anggota kerajaan Inggris ini berbeda dari acara besar lain dalam sejarah modern.
Kedukaan tengah menyelimuti kerajaan maupun warga Inggris. Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II , meninggal dunia di usia 99 tahun pada Jumat (9/4) di Kastil Windsor, London.
Baca Juga: Di Hari Kematian Pangeran Philip, Pangeran Charles dan Camilla Harusnya Rayakan Anniversary Pernikahan
Akibat pandemi masih mewabah di Inggris, pemakaman Pangeran Philip pun harus digelar dengan protokol kesehatan ketat. Hal tersebut menjadikan pemakaman anggota kerajaan Inggris ini berbeda dari acara besar lain dalam sejarah modern. Publik juga kemungkinan tidak dapat memberikan penghormatan terakhir secara langsung lantaran lockdown di Inggris.
"Ratu sedang mempertimbangkan rencana pemakaman yang "dimodifikasi" sehubungan dengan pandemi dan pedoman pemerintah," ungkap pernyataan resmi Istana Buckingham, seperti dikutip dari laman New York Times, Sabtu (10/4).
Kedukaan tengah menyelimuti kerajaan maupun warga Inggris. Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II , meninggal dunia di usia 99 tahun pada Jumat (9/4) di Kastil Windsor, London.
Baca Juga: Di Hari Kematian Pangeran Philip, Pangeran Charles dan Camilla Harusnya Rayakan Anniversary Pernikahan
Akibat pandemi masih mewabah di Inggris, pemakaman Pangeran Philip pun harus digelar dengan protokol kesehatan ketat. Hal tersebut menjadikan pemakaman anggota kerajaan Inggris ini berbeda dari acara besar lain dalam sejarah modern. Publik juga kemungkinan tidak dapat memberikan penghormatan terakhir secara langsung lantaran lockdown di Inggris.
"Ratu sedang mempertimbangkan rencana pemakaman yang "dimodifikasi" sehubungan dengan pandemi dan pedoman pemerintah," ungkap pernyataan resmi Istana Buckingham, seperti dikutip dari laman New York Times, Sabtu (10/4).
Lihat Juga :