Geliat Wisata Ujung Aspal yang Tak Beraspal di Purwakarta
Minggu, 11 April 2021 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A
Untuk berkemah, wisatawan tidak perlu repot-repot membawa perlengkapan camping dari rumah. Pengelola sudah menyiapkan fasilitas lengkap seperti tenda, ayunan gantung (hammock), dan kayu bakar untuk api unggun. Untuk sekali pakai, tarif sewa tenda hanya Rp150.000 dengan kapasitas 4-6 orang.
Akan tetapi, keindahan panorama alam dan fasilitas lengkap tersebut terkendala oleh akses masuk. Kondisi jalan sepanjang 1,5 km dari Jalan Raya Kiarapedes-Sagalaherang menuju lokasi, kondisinya rusak parah. Aspalnya banyak mengelupas dan berlubang serta beberapa ruas jalan hanya berupa hamparan batu. Sementara jalur yang dilalui terbilang sempit, dengan medan menanjak terjal dan terdapat beberapa tikungan tajam sehingga wisatawan harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur itu.
Ketua Karang Taruna yang ikut mengelola Wisata Ujung Aspal, Waluyo (38), mengatakan, sempat ada wacana akan ada pembangunan jalan menuju kawasan ini. Namun, rencana pembangunan di tahun 2021 belum ada kabar kembali kapan bakal direalisasikan.
"Kami sudah menanyakan rencana pembangunan tempo hari. Tapi belum ada jawaban pasti terkait rencana itu," kata Waluyo kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (11/4).
Dia menyebutkan, tempat wisata ini dikelola oleh Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta Karang Taruna. Adapun luasannya mencapai 27 hektare dan baru terkelola sekitar 4 hektare.
Akan tetapi, keindahan panorama alam dan fasilitas lengkap tersebut terkendala oleh akses masuk. Kondisi jalan sepanjang 1,5 km dari Jalan Raya Kiarapedes-Sagalaherang menuju lokasi, kondisinya rusak parah. Aspalnya banyak mengelupas dan berlubang serta beberapa ruas jalan hanya berupa hamparan batu. Sementara jalur yang dilalui terbilang sempit, dengan medan menanjak terjal dan terdapat beberapa tikungan tajam sehingga wisatawan harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur itu.
Ketua Karang Taruna yang ikut mengelola Wisata Ujung Aspal, Waluyo (38), mengatakan, sempat ada wacana akan ada pembangunan jalan menuju kawasan ini. Namun, rencana pembangunan di tahun 2021 belum ada kabar kembali kapan bakal direalisasikan.
"Kami sudah menanyakan rencana pembangunan tempo hari. Tapi belum ada jawaban pasti terkait rencana itu," kata Waluyo kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (11/4).
Dia menyebutkan, tempat wisata ini dikelola oleh Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta Karang Taruna. Adapun luasannya mencapai 27 hektare dan baru terkelola sekitar 4 hektare.
Lihat Juga :