Geliat Wisata Ujung Aspal yang Tak Beraspal di Purwakarta

loading...
Geliat Wisata Ujung Aspal yang Tak Beraspal di Purwakarta
Salah satu lokasi berkemah di Kawasan Wisata Ujung Aspal, Purwakarta, berada di dalam hutan pinus yang cukup luas. Foto/MPI/Asep Supiandi
PURWAKARTA - Sejumlah destinasi wisata alam di Kabupaten Purwakarta , Jawa Barat, mulai menggeliat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan di masa pandemi, jenis wisata ini banyak diburu wisatawan karena dinilai cukup aman dari penularan COVID-19.

Namun sayang, potensi wisata di Purwakarta tersebut belum terkelola secara maksimal. Terutama fasilitas penunjang berupa keterbatasan sarana dan prasarana infrastruktur sebagai akses masuk.

Baca Juga: 6 Alasan Anda Harus Rasakan Buka Puasa bersama Keluarga di Hotel Lido Lake Resort Bogor

Salah satunya akses masuk ke Kawasan Wisata Ujung Aspal yang berada di lereng Gunung Burangrang, Kampung Pasir Muncang, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes. Sebenarnya tempat wisata ini memiliki potensi alam yang luar biasa, yakni sebuah hutan pinus beriklim sejuk dengan berbagai spot panorama alam yang menarik.

Fasilitas untuk sebuah wisata alam di lokasi tersebut cukup lengkap, mulai fasilitas berkemah, tempat ibadah, MCK, jogging track, dan spot-spot menarik lain yang memberikan sensasi luar biasa bagi wisatawan. Daya tarik lain adalah tarif masuk yang terbilang murah, yakni Rp10.000 per orang. Jika ingin berkemah, wisatawan tinggal menambah Rp25.000 per orang.



Untuk berkemah, wisatawan tidak perlu repot-repot membawa perlengkapan camping dari rumah. Pengelola sudah menyiapkan fasilitas lengkap seperti tenda, ayunan gantung (hammock), dan kayu bakar untuk api unggun. Untuk sekali pakai, tarif sewa tenda hanya Rp150.000 dengan kapasitas 4-6 orang.

Akan tetapi, keindahan panorama alam dan fasilitas lengkap tersebut terkendala oleh akses masuk. Kondisi jalan sepanjang 1,5 km dari Jalan Raya Kiarapedes-Sagalaherang menuju lokasi, kondisinya rusak parah. Aspalnya banyak mengelupas dan berlubang serta beberapa ruas jalan hanya berupa hamparan batu. Sementara jalur yang dilalui terbilang sempit, dengan medan menanjak terjal dan terdapat beberapa tikungan tajam sehingga wisatawan harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur itu.

Ketua Karang Taruna yang ikut mengelola Wisata Ujung Aspal, Waluyo (38), mengatakan, sempat ada wacana akan ada pembangunan jalan menuju kawasan ini. Namun, rencana pembangunan di tahun 2021 belum ada kabar kembali kapan bakal direalisasikan.

"Kami sudah menanyakan rencana pembangunan tempo hari. Tapi belum ada jawaban pasti terkait rencana itu," kata Waluyo kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (11/4).

Dia menyebutkan, tempat wisata ini dikelola oleh Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) serta Karang Taruna. Adapun luasannya mencapai 27 hektare dan baru terkelola sekitar 4 hektare.



Baca Juga: Masyarakat Antusias Serbu Kebun Edukasi Lampung Selatan

Beberapa spot wisata andalan di kawasan itu yakni jembatan gantung, Curug Pamoyanan, dan Situs Goa Panyileukan. Tidak kurang 1.000 wisatawan selalu berwisata di Ujung Aspal dengan mengunjungi ketiga spot andalan tersebut. Biasanya wisatawan membeludak saat akhir pekan atau libur panjang.

"Kami berharap potensi besar kawasan wisata ini direspons pemerintah kabupaten atau provinsi. Di masa pandemi ini Wisata Ujung Aspal cukup membantu ekonomi warga sekitar. Kami berharap COVID-19 segera berakhir," ujar Waluyo.
(tsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top