HBBL 2021 Dukung Kemenparekraf Tingkatkan Pertumbuhan Pelaku Ekraf
Kamis, 15 April 2021 - 19:07 WIB
loading...
A
A
A
Kesuksesan HBBL tahun lalu yang diikuti 1.152 brand lokal menjadi motivasi untuk terus melanjutkannya di tahun ini. Berbagai brand lokal ternama yang ikut memeriahkan HBBL 2020 antara lain Brodo, Monomom, Ria Miranda, Torch, Wearstatuquo, Cotton Ink, Sparse, Motiviga, Soleram, Sabine and Heem, hingga Nona. Tahun ini, HBBL menargetkan total 2.000 brand lokal yang akan bergabung.
"Hypefast sebagai perusahaan yang fokus dalam memberikan investasi kepada brand lokal, melihat HBBL tahun lalu sebagai bukti bahwa potensi brand lokal begitu besar. Selama ini kami telah melakukan investasi ke-15 brand dan merencanakan untuk menambah hingga menjadi 50 brand di tahun 2021. Dengan investasi mulai Rp10-100 miliar di tiap brand. Ini adalah komitmen dan vote of confidence kami untuk brand lokal Tanah Air," papar Direktur Hypefast, Tinton Ardian.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan Hypefast terhadap program Kemenparekraf dalam upaya membantu meningkatkan pertumbuhan para pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif. Dengan kondisi perekonomian saat ini produk dari brand lokal harus lebih diutamakan karena dengan meningkatkan pendapatan brand lokal membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.
"Para pelaku kreatif bisa menggunakan peluang ini untuk mempromosikan bisnisnya lebih luas lagi. Maksimalkan kesempatan ini untuk mempromosikan produk brand lokal pada masyarakat luas, produk brand lokal tidak kalah istimewanya dengan produk luar negeri," papar Menparekraf Sandi.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Sutarmo mengutarakan bahwa melalui kegiatan HBBL ini, pihaknya melihat pertumbuhan yang signifikan untuk pelaku UMKM dan brand lokal. "Kami berharap pada tahun ini akan lebih banyak UMKM dan brand lokal yang turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini," sambungnya.
"Hypefast sebagai perusahaan yang fokus dalam memberikan investasi kepada brand lokal, melihat HBBL tahun lalu sebagai bukti bahwa potensi brand lokal begitu besar. Selama ini kami telah melakukan investasi ke-15 brand dan merencanakan untuk menambah hingga menjadi 50 brand di tahun 2021. Dengan investasi mulai Rp10-100 miliar di tiap brand. Ini adalah komitmen dan vote of confidence kami untuk brand lokal Tanah Air," papar Direktur Hypefast, Tinton Ardian.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan Hypefast terhadap program Kemenparekraf dalam upaya membantu meningkatkan pertumbuhan para pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif. Dengan kondisi perekonomian saat ini produk dari brand lokal harus lebih diutamakan karena dengan meningkatkan pendapatan brand lokal membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.
"Para pelaku kreatif bisa menggunakan peluang ini untuk mempromosikan bisnisnya lebih luas lagi. Maksimalkan kesempatan ini untuk mempromosikan produk brand lokal pada masyarakat luas, produk brand lokal tidak kalah istimewanya dengan produk luar negeri," papar Menparekraf Sandi.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Sutarmo mengutarakan bahwa melalui kegiatan HBBL ini, pihaknya melihat pertumbuhan yang signifikan untuk pelaku UMKM dan brand lokal. "Kami berharap pada tahun ini akan lebih banyak UMKM dan brand lokal yang turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini," sambungnya.
Lihat Juga :