3 Cara untuk Mengetes Apakah Kamu sedang Dibohongi atau Tidak

Selasa, 20 April 2021 - 18:54 WIB
loading...
3 Cara untuk Mengetes...
Orang yang senang berbohong umumnya menghindar dari menceritakan detail atau tidak konsisten dalam bercerita. Foto/via Pinterest
A A A
JAKARTA - Setiap orang pasti pernah berbohong setidaknya sekali selama hidupnya. Ada yang berbohong dengan menghilangkan informasi, mengurangi atau melebih-lebihkan fakta, atau memberikan jawaban yang samar.

Alasan setiap orang berbohong juga bervariasi. Ada yang berbohong untuk menyelamatkan reputasi, menyembunyikan perasaan dari orang lain, mendapatkan apa yang diinginkan, menghindari konsekuensi yang memberatkan, atau sekadar ingin menarik perhatian dan hobi seperti yang dialami penderita mythomania.

Meskipun semua orang pasti pernah berbohong, nyatanya kejujuran tetap dipandang sebagai sesuatu yang bernilai. Orang-orang menginginkan sesamanya berkata dan bertindak jujur di hadapan mereka. Orang-orang juga menunjukkan kekecewaan apabila pacar , orang tua, teman, rekan kerja, atau orang yang mempunyai relasi dengannya mengatakan ketidakjujuran.

Berdasarkan penelitian, ditemukan fakta bahwa ketidakjujuran sangat sulit untuk dideteksi. Tidak ada cara yang benar-benar ampuh untuk langsung mengetahui seseorang sedang berbohong atau tidak. Sayangnya, di dunia nyata, tidak ada efek hidung yang tiba-tiba menjadi panjang ketika berbohong seperti yang dialami Pinokio.

Mengingat sulitnya mengatakan seseorang berbohong atau tidak, muncul pertanyaan baru. Apakah ada cara untuk meningkatkan pendeteksian kebohongan? Mengutip Psychology Today , rupanya ada tiga cara untuk mendeteksi kebohongan melalui pendekatan kognitif. Yuk, simak!

1. BERIKAN MEREKA BEBAN KOGNITIF YANG BERAT

3 Cara untuk Mengetes Apakah Kamu sedang Dibohongi atau Tidak

Foto: Shutterstock

Kemampuan kognitif berkaitan dengan hal-hal seperti perhatian dan memori, dan ini bisa dipakai untuk mendeteksi kebohongan seseorang. Dengan menambahkan beban secara kognitif, menurut penelitian, seseorang akan merasa lebih kesulitan ketika ingin berbohong.

Hal-hal yang bisa dilakukan, misalnya, meminta orang tersebut untuk menceritakan kisahnya secara terbalik secara kronologis, yaitu dari akhir ke awal; sambil melakukan sesuatu (misalnya menyeduh teh, merapikan buku, atau kegiatan lainnya sambil bercerita atau memberikan pernyataan) atau memastikan kontak mata intens selama orang tersebut berbicara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Pentingnya Psikologi...
Pentingnya Psikologi Pengendalian Diri dalam Dunia Trading
Jurusan Unair dengan...
Jurusan Unair dengan Keketatan Tertinggi untuk SNBT 2026, Kedokteran Hingga Psikologi
Rekomendasi
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Berita Terkini
Kondisi Haji Bolot Mulai...
Kondisi Haji Bolot Mulai Membaik, Sudah Tak Keluhkan Sesak Napas
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Penyanyi Oliver Tree...
Penyanyi Oliver Tree Dikabarkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved