Pucuk Harum Berkolaborasi dengan Magdalena Bangkitkan UMKM Kuliner
Jum'at, 23 April 2021 - 02:28 WIB
loading...
Program tersebut mendatangi 14 UMKM pilihan di wilayah Pulau Jawa hingga Bali tepatnya di 6 kota yakni Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Denpasar. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020 menimbulkan dampak yang besar di berbagai sektor, terlebih dalam sektor kuliner . Hal ini dapat terlihat bahwa sebelumnya kuliner termasuk sektor strategis yang mampu menarik perhatian masyarakat karena banyaknya makanan hits bermunculan dari para UMKM di Indonesia.
Baca juga: Kopi Kenangan Kenalkan Varian Baru Light Coffee Series
Melihat dampaknya yang sangat besar, Teh Pucuk Harum mendukung perkembangan kuliner di Indonesia dengan memberikan dukungan serta bantuan kepada UMKM bidang kuliner. Teh Pucuk Harum pun berkolaborasi dengan Magdalena atau yang dikenal dengan Mgdalenaf di akun media sosialnya. Magdalena merupakan content creator sekaligus food vlogger ternama yang memiliki tekad serupa yakni membangkitkan kembali para UMKM bidang kuliner yang terdampak Covid-19.
"Melalui program UMKM Pilihan Mgdalenaf bersama Teh Pucuk Harum ini, kami berupaya terus membantu para UMKM bidang kuliner yang terkena dampak Covid-19 dengan mengunjungi dan mempromosikan melalui platform media sosial Magdalena agar para pelaku usaha kuliner ini dapat mengembangkan bisnisnya," kata Senior Brand Manager Teh Pucuk Harum, Yustina Amelia dalam siaran persnya, Kamis (22/4).
Program tersebut mendatangi 14 UMKM pilihan di wilayah Pulau Jawa hingga Bali tepatnya di 6 kota yakni Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Denpasar. Proses pemilihan UMKM tersebut diawali dari proses kurasi atau seleksi yang dilakukan untuk menentukan UMKM mana yang akan diliput pada platform media sosial Mgdalenaf.
Dari 6 kota yang dikunjungi, terdapat beberapa kisah menarik di setiap UMKM pilihan Magdalena, di antaranya ada Nasi Goreng Mas Aying yang berlokasi di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. UMKM kuliner tersebut mengalami penurunan omset yang drastis dan disertai tragedi perampokan yang menimpa penjualnya hingga viral di sosial media.
Kemudian Tongseng Bunda di Cirebon, yang mengalami penurunan omset namun enggan mengurangi pegawai. Lalu, Gulai Tugu Pak Samin, yang berlokasi di Yogyakarta, memiliki kisah perjuangan dalam mempertahankan resep warisan keluarga di tengah pandemi. Selanjutnya, Warung Nasi Bali Men Weti yang berlokasi di Denpasar, Bali yang memliki kisah selama pandemi ternyata kuliner legendaris ini terselamatkan berkat wisatawan lokal yang menjadi pelanggan setianya.
Baca juga: Kopi Kenangan Kenalkan Varian Baru Light Coffee Series
Melihat dampaknya yang sangat besar, Teh Pucuk Harum mendukung perkembangan kuliner di Indonesia dengan memberikan dukungan serta bantuan kepada UMKM bidang kuliner. Teh Pucuk Harum pun berkolaborasi dengan Magdalena atau yang dikenal dengan Mgdalenaf di akun media sosialnya. Magdalena merupakan content creator sekaligus food vlogger ternama yang memiliki tekad serupa yakni membangkitkan kembali para UMKM bidang kuliner yang terdampak Covid-19.
"Melalui program UMKM Pilihan Mgdalenaf bersama Teh Pucuk Harum ini, kami berupaya terus membantu para UMKM bidang kuliner yang terkena dampak Covid-19 dengan mengunjungi dan mempromosikan melalui platform media sosial Magdalena agar para pelaku usaha kuliner ini dapat mengembangkan bisnisnya," kata Senior Brand Manager Teh Pucuk Harum, Yustina Amelia dalam siaran persnya, Kamis (22/4).
Program tersebut mendatangi 14 UMKM pilihan di wilayah Pulau Jawa hingga Bali tepatnya di 6 kota yakni Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Denpasar. Proses pemilihan UMKM tersebut diawali dari proses kurasi atau seleksi yang dilakukan untuk menentukan UMKM mana yang akan diliput pada platform media sosial Mgdalenaf.
Dari 6 kota yang dikunjungi, terdapat beberapa kisah menarik di setiap UMKM pilihan Magdalena, di antaranya ada Nasi Goreng Mas Aying yang berlokasi di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. UMKM kuliner tersebut mengalami penurunan omset yang drastis dan disertai tragedi perampokan yang menimpa penjualnya hingga viral di sosial media.
Kemudian Tongseng Bunda di Cirebon, yang mengalami penurunan omset namun enggan mengurangi pegawai. Lalu, Gulai Tugu Pak Samin, yang berlokasi di Yogyakarta, memiliki kisah perjuangan dalam mempertahankan resep warisan keluarga di tengah pandemi. Selanjutnya, Warung Nasi Bali Men Weti yang berlokasi di Denpasar, Bali yang memliki kisah selama pandemi ternyata kuliner legendaris ini terselamatkan berkat wisatawan lokal yang menjadi pelanggan setianya.
Lihat Juga :