Akomodir Kebutuhan Diagnosis Penyakit, RSIA Bunda Jakarta Hadirkan Fasilitas Rujukan Endoscopy
Minggu, 25 April 2021 - 21:46 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan prosedur tindakan endoscopy di layanan kesehatan yang terjadi pada kasus anak-anak, yaitu sebelum melakukan tindakan, anak akan diminta puasa dan diberikan bius ringan. Setelah anak tertidur dan dipastikan keadaannya stabil, pada evaluasi saluran cerna atas mulut akan disemprot spray antinyeri, kemudian endoscopy dimasukkan melalui mulut serta perlahan-lahan dimasukkan sampai ke tenggorokan, lambung, dan usus dua belas jari.
Sementara lamanya endoscopy tergantung pada kasus anak dalam bentuk saluran cerna. Namun secara umum, endoscopy atas memerlukan waktu sekitar 10-15 menit dan endoscopy bawah sekitar 30-45 menit. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi gangguan atau masalah di dalam tubuh anak, sehingga dokter dapat mengobatinya dengan tepat.
Baca Juga: Persiapan Hadapi Belajar Tatap Muka, Dr Reisa Ingatkan Pentingnya PHBS
“Selain itu, layanan kami juga telah memiliki peralatan yang inovatif, jajaran dokter endoscopy yang telah memiliki pengalaman kasus sederhana hingga rumit, serta didukung dokter subspesialis yang beragam seperti dokter konsulen ASI, gizi, tumbuh kembang, respirologi, neurologi, perinatologi, dan lain sebagainya,” tutup drg Aditya.
Sementara lamanya endoscopy tergantung pada kasus anak dalam bentuk saluran cerna. Namun secara umum, endoscopy atas memerlukan waktu sekitar 10-15 menit dan endoscopy bawah sekitar 30-45 menit. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi gangguan atau masalah di dalam tubuh anak, sehingga dokter dapat mengobatinya dengan tepat.
Baca Juga: Persiapan Hadapi Belajar Tatap Muka, Dr Reisa Ingatkan Pentingnya PHBS
“Selain itu, layanan kami juga telah memiliki peralatan yang inovatif, jajaran dokter endoscopy yang telah memiliki pengalaman kasus sederhana hingga rumit, serta didukung dokter subspesialis yang beragam seperti dokter konsulen ASI, gizi, tumbuh kembang, respirologi, neurologi, perinatologi, dan lain sebagainya,” tutup drg Aditya.
(tsa)
Lihat Juga :