Peran Bidan Penting untuk Cegah Stunting
Jum'at, 30 April 2021 - 02:47 WIB
loading...
Foto Ilustrasi/Oladoc.com
A
A
A
JAKARTA - Indonesia, sebagaimana diketahui, hingga saat ini masih tercatat sebagai negara dengan literasi gizi masyarakat yang rendah. Oleh karena itu, upaya-upaya peningkatan pengetahuan gizi masyarakat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya adalah peran serta bidan.
Sebagai garda terdepan masyarakat dalam memberikan edukasi tentang gizi, bidan diharapkan dapat ikut serta memberikan edukasi gizi kepada masyarakat.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tangsel Eni Rohaeni mengatakan, bidan merupakan ujung tombak bagi optimalisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). "Apa yang disampaikan bidan kepada masyarakat berperan penting dalam edukasi gizi untuk keluarga, guna menghindari kesalahan pengasuhan anak," jelas Eni dalam webinar yang diselenggarakan IBI Tangsel bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), belum lama ini.
Menurut Eni, salah satu kesalahan pengasuhan anak yang jarang disadari masyarakat adalah konsumsi kental manis pada balita. “Susu kental manis atau yang lebih populer dengan sebutan “susu kaleng” masih banyak diberikan oleh orangtua sebagai minuman susu untuk balita,” ujarnya.
Eni berharap bidan lebih memiliki pemahaman mengenai susu sebagai sumber gizi dan mewaspadai konsumsi kental manis oleh masyarakat di sekitarnya.
Sebagai garda terdepan masyarakat dalam memberikan edukasi tentang gizi, bidan diharapkan dapat ikut serta memberikan edukasi gizi kepada masyarakat.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tangsel Eni Rohaeni mengatakan, bidan merupakan ujung tombak bagi optimalisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). "Apa yang disampaikan bidan kepada masyarakat berperan penting dalam edukasi gizi untuk keluarga, guna menghindari kesalahan pengasuhan anak," jelas Eni dalam webinar yang diselenggarakan IBI Tangsel bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), belum lama ini.
Menurut Eni, salah satu kesalahan pengasuhan anak yang jarang disadari masyarakat adalah konsumsi kental manis pada balita. “Susu kental manis atau yang lebih populer dengan sebutan “susu kaleng” masih banyak diberikan oleh orangtua sebagai minuman susu untuk balita,” ujarnya.
Eni berharap bidan lebih memiliki pemahaman mengenai susu sebagai sumber gizi dan mewaspadai konsumsi kental manis oleh masyarakat di sekitarnya.
Lihat Juga :