De Malond Bandung, Sajikan Sensasi Kelezatan Hidangan Manuk Londo
Sabtu, 01 Mei 2021 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Sedikitnya 10 menu daging malon dihadirkan, mulai dari malon geprek, malon cabai garam, malon bakar, malon lada hitam, hingga malon salted egg, dan lainnya.
"Masyarakat memang banyak yang menyukai daging ayam atau bebek, tapi untuk resto yang menyajikan ayam dan bebek sudah banyak. Kalau daging malon kan belum ada di Bandung," ungkap Yovita Liza, owner Malond Resto, Sabtu (1/5).
Apalagi, lanjut Liza, masyarakat kini sudah mulai banyak yang memburu kelezatan daging malon. Selain menawarkan sensasi lain saat menikmatinya, kata Liza, daging malon lebih empuk. Bahkan, daging malon lebih menyehatkan karena rendah kolesterol.
Baca Juga : Resep Kue Lebaran Nastar Ekonomis ala Chef Stefani Horison
"Sebelum membuka De Malond, kita memang buka resto Sunda di rest area dan daging malon jadi salah satu menunya. Ternyata, banyak masyarakat yang suka, akhirnya kita putuskan untuk buka resto yang khusus menyajikan daging malon," kata Liza.
Meski terbilang nekat membuka usaha resto di tengah pandemi yang belum berakhir, namun dengan kelezatan dan sensasi yang dimiliki daging malon, Liza optimistis hidangan daging malonnya bakal diterima warga Bandung, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Bandung.
Liza menambahkan, restonya baru sebulan dibuka. Namun, antusiasme pecinta kuliner untuk menikmati kelezatan daging malon cukup menggembirakan, baik yang datang langsung ke restonya maupun melalui pesanan online.
"Masyarakat memang banyak yang menyukai daging ayam atau bebek, tapi untuk resto yang menyajikan ayam dan bebek sudah banyak. Kalau daging malon kan belum ada di Bandung," ungkap Yovita Liza, owner Malond Resto, Sabtu (1/5).
Apalagi, lanjut Liza, masyarakat kini sudah mulai banyak yang memburu kelezatan daging malon. Selain menawarkan sensasi lain saat menikmatinya, kata Liza, daging malon lebih empuk. Bahkan, daging malon lebih menyehatkan karena rendah kolesterol.
Baca Juga : Resep Kue Lebaran Nastar Ekonomis ala Chef Stefani Horison
"Sebelum membuka De Malond, kita memang buka resto Sunda di rest area dan daging malon jadi salah satu menunya. Ternyata, banyak masyarakat yang suka, akhirnya kita putuskan untuk buka resto yang khusus menyajikan daging malon," kata Liza.
Meski terbilang nekat membuka usaha resto di tengah pandemi yang belum berakhir, namun dengan kelezatan dan sensasi yang dimiliki daging malon, Liza optimistis hidangan daging malonnya bakal diterima warga Bandung, termasuk wisatawan yang berkunjung ke Bandung.
Liza menambahkan, restonya baru sebulan dibuka. Namun, antusiasme pecinta kuliner untuk menikmati kelezatan daging malon cukup menggembirakan, baik yang datang langsung ke restonya maupun melalui pesanan online.
Lihat Juga :