Waspada! Kemenkes Temukan 5 Klaster Covid-19 Baru
Sabtu, 01 Mei 2021 - 19:30 WIB
loading...
Waspada! Kemenkes Temukan 5 Klaster Covid-19 Baru. Foto/Ist.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan lima klaster baru selama Ramadhan . Salah satunya adalah klaster tarawih yang harus diwaspadai masyarakat.
"Selain klaster perkantoran yang belum lama ini ramai, kami menemukan adanya klaster Covid-19 pada acara buka puasa bersama, tarawih, mudik, dan takziah," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Jumat (30/4).
Siti menjelaskan, temuan klaster baru ini mengkhawatirkan karena memungkinkan terjadinya super spreader. "Ini karena peningkatan kasus Covid-19 hanya dalam waktu singkat dikarenakan terjadinya interaksi sekaligus tidak dijalankannya protokol kesehatan dengan benar," jelas Siti.
Soal klaster tarawih , Siti menuturkan, bahwa kasus tersebut terjadi di Banyumas. Terdapat 51 pasien Covid-19 yang kesemuanya itu berasal dari jamaah dua masjid yang melangsungkan salat tarawih bersama.
Baca Juga : Imunisasi Dapat Cegah Munculnya Berbagai Penyakit
"Pada klaster tarawih, itu ditemukan di Banyumas bahwa ada 51 orang terpapar Covid-19 setelah pelaksanaan salat tarawih. 51 orang ini salat tarawih di 2 masjid yang berbeda dan terpapar setelah satu jamaah yang ternyata positif Covid-19 tetap pergi ke masjid," tutur Siti.
Satu orang yang sedang sakit tersebut, Siti menambahkan, tetap pergi ke masjid. Padahal aturannya, mereka yang sakit tidak boleh bertemu dengan orang lain apalagi berkerumun.
"Selain klaster perkantoran yang belum lama ini ramai, kami menemukan adanya klaster Covid-19 pada acara buka puasa bersama, tarawih, mudik, dan takziah," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Jumat (30/4).
Siti menjelaskan, temuan klaster baru ini mengkhawatirkan karena memungkinkan terjadinya super spreader. "Ini karena peningkatan kasus Covid-19 hanya dalam waktu singkat dikarenakan terjadinya interaksi sekaligus tidak dijalankannya protokol kesehatan dengan benar," jelas Siti.
Soal klaster tarawih , Siti menuturkan, bahwa kasus tersebut terjadi di Banyumas. Terdapat 51 pasien Covid-19 yang kesemuanya itu berasal dari jamaah dua masjid yang melangsungkan salat tarawih bersama.
Baca Juga : Imunisasi Dapat Cegah Munculnya Berbagai Penyakit
"Pada klaster tarawih, itu ditemukan di Banyumas bahwa ada 51 orang terpapar Covid-19 setelah pelaksanaan salat tarawih. 51 orang ini salat tarawih di 2 masjid yang berbeda dan terpapar setelah satu jamaah yang ternyata positif Covid-19 tetap pergi ke masjid," tutur Siti.
Satu orang yang sedang sakit tersebut, Siti menambahkan, tetap pergi ke masjid. Padahal aturannya, mereka yang sakit tidak boleh bertemu dengan orang lain apalagi berkerumun.
Lihat Juga :