Tak Bisa Mudik Bukan Akhir dari Segalanya, Pilih Wisata Lebaran di Kota Sendiri
Selasa, 04 Mei 2021 - 10:22 WIB
loading...
Meski tak boleh pulang ke kampung halaman, masyarakat diizinkan berwisata di berbagai kawasan wisata menarik di daerahnya masing-masing. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Karena pandemi Covid-19 sudah dua tahun ini pemerintah melarang masyarakat pergi mudik. Meski tak boleh pulang ke kampung halaman, masyarakat diizinkan berwisata di berbagai kawasan wisata menarik di daerahnya masing-masing. News RCTI+ setiap hari menyediakan banyak berita wisata bagi para pembaca yang suka traveling termasuk bagi mereka yang ingin berkeliling karena tidak bisa mudik.
Baca juga: Resmi Cerai, Begini Pola Asuh Bill Gates dan Melinda pada Ketiga Anaknya
Bagi masyarakat Indonesia tidak bisa mudik pada saat Lebaran memang terasa hampa. Karena momentum mudik tersebut sudah menjadi kebiasaan dan budaya yang sudah turun menurun. Bahkan mereka rela antre berdesak desakan, bermacet macetan, bahkan ada yang nekat naik sepeda motor untuk bisa bertemu sanak keluarganya di kampung. Risikonya memang besar tapi demi bertemu keluarga semua dilalui dengan gembira. Lebaran tahun ini tampaknya bakal bernasib sama seperti tahun lalu. Masyarakat tidak boleh mudik.
Tidak boleh mudik bukan lantas menghilangkan esensi silaturahmi. Pertemuan keluarga bisa dilakukan secara lebih aman, mudah dan murah, yaitu melalui cara virtual. Lewat Whatsapp call, memakai aplikasi zoom meeting, atau aplikasi virtual lain. Memang tidak sama antara bertemu fisik dengan bertatap muka lewat virtual. Namun, ini merupakan cara paling terbaik di tengah ancaman merebaknya virus Covid 19.
Tak boleh mudik bukan berarti akhir segalanya. Masyarakat masih bisa jalan jalan ke lokasi lokasi wisata dengan mengajak keluarga. Pemerintah mengizinkan masyarakat bertamasya di tempat tempat wisata terdekat. Tentunya, untuk keamanan bersama, semua pihak diminta tetap taat menjalankan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun. Sehingga wisata tetap bisa dilakukan secara aman dan sehat. Jangan sampai karena tidak disiplin menjadikan wisata keluarga berakhir di rumah sakit karena terinfeksi Covid 19. Karena itu semuanya wajib menjaga agar sebisa mungkin semua pihak berkontribusi dalam menekan menyebarnya virus yang mematikan tersebut.
Berwisata memang tidak sama dengan mudik. Namun, kebijakan bolehnya pergi wisata bisa dikatakan jalan tengah. Selain ditujukan untuk refresing, juga agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.
Baca juga: Resmi Cerai, Begini Pola Asuh Bill Gates dan Melinda pada Ketiga Anaknya
Bagi masyarakat Indonesia tidak bisa mudik pada saat Lebaran memang terasa hampa. Karena momentum mudik tersebut sudah menjadi kebiasaan dan budaya yang sudah turun menurun. Bahkan mereka rela antre berdesak desakan, bermacet macetan, bahkan ada yang nekat naik sepeda motor untuk bisa bertemu sanak keluarganya di kampung. Risikonya memang besar tapi demi bertemu keluarga semua dilalui dengan gembira. Lebaran tahun ini tampaknya bakal bernasib sama seperti tahun lalu. Masyarakat tidak boleh mudik.
Tidak boleh mudik bukan lantas menghilangkan esensi silaturahmi. Pertemuan keluarga bisa dilakukan secara lebih aman, mudah dan murah, yaitu melalui cara virtual. Lewat Whatsapp call, memakai aplikasi zoom meeting, atau aplikasi virtual lain. Memang tidak sama antara bertemu fisik dengan bertatap muka lewat virtual. Namun, ini merupakan cara paling terbaik di tengah ancaman merebaknya virus Covid 19.
Tak boleh mudik bukan berarti akhir segalanya. Masyarakat masih bisa jalan jalan ke lokasi lokasi wisata dengan mengajak keluarga. Pemerintah mengizinkan masyarakat bertamasya di tempat tempat wisata terdekat. Tentunya, untuk keamanan bersama, semua pihak diminta tetap taat menjalankan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun. Sehingga wisata tetap bisa dilakukan secara aman dan sehat. Jangan sampai karena tidak disiplin menjadikan wisata keluarga berakhir di rumah sakit karena terinfeksi Covid 19. Karena itu semuanya wajib menjaga agar sebisa mungkin semua pihak berkontribusi dalam menekan menyebarnya virus yang mematikan tersebut.
Berwisata memang tidak sama dengan mudik. Namun, kebijakan bolehnya pergi wisata bisa dikatakan jalan tengah. Selain ditujukan untuk refresing, juga agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.
Lihat Juga :