Girls In Tech Upaya Dukung Kaum Hawa Lebih Dapat Berpartisipasi dalam Teknologi
Jum'at, 07 Mei 2021 - 01:02 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Nurulita, yang merupakan seorang ahli gizi, bercerita dengan penuh semangat tentang pengalamannya mengikuti program ini. "Saat yang paling menyenangkan adalah ketika saya menyelesaikan tugas akhir menggunakan data tentang nutrisi di Indonesia. Dari seseorang yang tidak tahu apa-apa tentang pemrograman, saya bisa menyelesaikan kursus delapan minggu, menyelesaikan analisis sederhana menggunakan Python," kata dia.
"Saya berharap dapat menggunakan keterampilan baru ini untuk mengumpulkan data yang berguna untuk membuat keputusan strategis bagi pemerintah, khususnya untuk meningkatkan kondisi masyarakat Indonesia terkait gizi dan kesehatan," lanjutnya.
Sementara itu, Linda, salah satu peserta dari Depok, memaparkan hal-hal menarik lainnya pasca program. Dia belajar tentang HTML, CSS, Bootstrap, Javascript, Jquery, dan Github, sebagai bagian dari kursusnya, Front-end Web development. Bagi seorang pemula dalam pemrograman, pengalaman ini telah memberinya kepercayaan diri yang besar untuk beralih karier dari asisten pribadi hingga menjadi web developer di masa yang akan datang.
Baca juga: Ikatan Cinta Terus Menggelora, RCTI Dominasi Audience Share di Jam Prime Time Televisi
Managing Director Girls In Tech Indonesia, Aulia Halimatussadiah mengungkapkan bahwa pengembangan diri tidak pernah terjadi pada zona nyamana. "Ketika kita percaya pada kemampuan kita, maka tidak ada yang mustahil. Kita hanya membutuhkan keberanian untuk melakukan lompatan keyakinan dalam melakukan sesuatu yang berbeda," tukasnya.
"Saya berharap dapat menggunakan keterampilan baru ini untuk mengumpulkan data yang berguna untuk membuat keputusan strategis bagi pemerintah, khususnya untuk meningkatkan kondisi masyarakat Indonesia terkait gizi dan kesehatan," lanjutnya.
Sementara itu, Linda, salah satu peserta dari Depok, memaparkan hal-hal menarik lainnya pasca program. Dia belajar tentang HTML, CSS, Bootstrap, Javascript, Jquery, dan Github, sebagai bagian dari kursusnya, Front-end Web development. Bagi seorang pemula dalam pemrograman, pengalaman ini telah memberinya kepercayaan diri yang besar untuk beralih karier dari asisten pribadi hingga menjadi web developer di masa yang akan datang.
Baca juga: Ikatan Cinta Terus Menggelora, RCTI Dominasi Audience Share di Jam Prime Time Televisi
Managing Director Girls In Tech Indonesia, Aulia Halimatussadiah mengungkapkan bahwa pengembangan diri tidak pernah terjadi pada zona nyamana. "Ketika kita percaya pada kemampuan kita, maka tidak ada yang mustahil. Kita hanya membutuhkan keberanian untuk melakukan lompatan keyakinan dalam melakukan sesuatu yang berbeda," tukasnya.
(nug)
Lihat Juga :