WHO Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm asal China
Senin, 10 Mei 2021 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
“Mereka berusaha memberikan dukungan yang substansial, menyediakan dosis substansial. Sementara pada saat yang bersamaan, tentu saja mencoba untuk melayani rakyat China,” tambah Bruce.
Terbitnya izin penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 yang mereka produksi disambut baik oleh Sinopharm. Sebab, ini menjadi pertanda jelas bahwa efikasi, keamanan dan aksesibilitas Sinopharm telah memenuhi standar internasional dari WHO.
“Ini menandakan bahwa keamanan, kemanjuran, dan aksesibilitas vaksin COVID-19 Sinopharm memenuhi persyaratan standar WHO, yang akan menyumbangkan lebih banyak kekuatan China untuk perang global melawan pandemi COVID-19," demikian pernyataan Sinopharm.
Baca Juga: Sering Berkeringat Dingin Setelah Olahraga? Awas Gejala Penyakit Jantung!
Untuk diketahui, WHO sampai sejauh ini telah memberikan persetujuan penggunaan vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan Moderna. Untuk vaksin COVID-19 buatan perusahaan China selain Sinopharm, yakni Sinovac Biotech, disebutkan oleh WHO bahwa kemungkinan mereka bisa mencapai keputusan tentang vaksin tersebut pada pekan depan.
Terbitnya izin penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 yang mereka produksi disambut baik oleh Sinopharm. Sebab, ini menjadi pertanda jelas bahwa efikasi, keamanan dan aksesibilitas Sinopharm telah memenuhi standar internasional dari WHO.
“Ini menandakan bahwa keamanan, kemanjuran, dan aksesibilitas vaksin COVID-19 Sinopharm memenuhi persyaratan standar WHO, yang akan menyumbangkan lebih banyak kekuatan China untuk perang global melawan pandemi COVID-19," demikian pernyataan Sinopharm.
Baca Juga: Sering Berkeringat Dingin Setelah Olahraga? Awas Gejala Penyakit Jantung!
Untuk diketahui, WHO sampai sejauh ini telah memberikan persetujuan penggunaan vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan Moderna. Untuk vaksin COVID-19 buatan perusahaan China selain Sinopharm, yakni Sinovac Biotech, disebutkan oleh WHO bahwa kemungkinan mereka bisa mencapai keputusan tentang vaksin tersebut pada pekan depan.
(tsa)
Lihat Juga :