Waspada Stroke saat Lebaran, Kenali Faktor Risiko dan Penanganannya
Kamis, 13 Mei 2021 - 07:27 WIB
loading...
Stroke di Indonesia masih menjadi pembunuh dan penyebab kecacatan nomor 1 untuk penyakit tidak menular sejak 2014 hingga saat ini. / Foto: ilustrasi/ist
A
A
A
JAKARTA - Budaya silaturahim saat Lebaran ke banyak rumah kerap kali kita enggan untuk menolak makan yang disediakan. Mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori dan gula berlebihan seperti opor, rendang, es cendol dan es boba, berkurangnya aktivitas fisik saat lebaran, serta lupa minum obat dapat memicu terjadinya hipertensi dan stroke.
Baca juga: Ini Berbagai Ucapan Selamat Idul Fitri, dari Bahasa Arab hingga Korea
Stroke di Indonesia masih menjadi pembunuh dan penyebab kecacatan nomor 1 untuk penyakit tidak menular sejak 2014 hingga saat ini.
"Maka dari itu, untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan, tetap melakukan aktivitas fisik, serta minum obat secara teratur sesuai dengan petunjuk dokter," ujar Dokter spesialis Saraf RSUI Depok, dr. Dinda Diafiri, Sp.S dalam seminar awam, beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, untuk mengenali gejala stroke ada slogan SeGeRa ke RS dari Kementerian Kesehatan RI terkait tanda stroke, yakni
Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba. Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, bicaRa pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak mengerti kata-kata/bicara tidak nyambung, Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh, Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba hingga Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi (tremor/gemetar/sempoyongan).
"Jika mengalami gejala-gejala tersebut, pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan, karena setiap detiknya sangatlah berharga. Stroke memiliki periode emas yaitu 4,5 jam. Jika dalam periode emas itu dapat segera ditangani, risiko kematian dan kecacatan stroke dapat diturunkan. Jangan menunda ke rumah sakit dengan harapan gejala akan mengalami perbaikan dengan sendirinya," papar dr. Dinda.
Baca juga: Ini Berbagai Ucapan Selamat Idul Fitri, dari Bahasa Arab hingga Korea
Stroke di Indonesia masih menjadi pembunuh dan penyebab kecacatan nomor 1 untuk penyakit tidak menular sejak 2014 hingga saat ini.
"Maka dari itu, untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan, tetap melakukan aktivitas fisik, serta minum obat secara teratur sesuai dengan petunjuk dokter," ujar Dokter spesialis Saraf RSUI Depok, dr. Dinda Diafiri, Sp.S dalam seminar awam, beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, untuk mengenali gejala stroke ada slogan SeGeRa ke RS dari Kementerian Kesehatan RI terkait tanda stroke, yakni
Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba. Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, bicaRa pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak mengerti kata-kata/bicara tidak nyambung, Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh, Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba hingga Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi (tremor/gemetar/sempoyongan).
"Jika mengalami gejala-gejala tersebut, pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan, karena setiap detiknya sangatlah berharga. Stroke memiliki periode emas yaitu 4,5 jam. Jika dalam periode emas itu dapat segera ditangani, risiko kematian dan kecacatan stroke dapat diturunkan. Jangan menunda ke rumah sakit dengan harapan gejala akan mengalami perbaikan dengan sendirinya," papar dr. Dinda.
Lihat Juga :