Melihat Keindahan Dua Masjid Bertabur Cahaya di Persia
Sabtu, 23 Mei 2020 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Disebut Masjid Pink karena desain interior Masjid Al-Mulk ini didominasi oleh ubin berwarna merah muda. Pembangunan masjid dilakukan atas perintah dari Mirza Hasan Ali yang juga dikenal dengan Nasir Al-Mulk. Proses pembangunannya memakan waktu sekitar 12 tahun, dimulai dari tahun 1876 dan selesai pada 1888. Kini masjid ini berada di bawah naungan Yayasan Wakaf Nasir Al-Mulk.
Perancang masjid ini adalah Muhammad Hasan-e-Memar dan Muhammad Reza Kashi Paz-e-Shirazi. Mereka menggunakan kaca patri yang luas digunakan pada fasad dan elemen tradisional lainnya seperti panj kaseh-i (lima cekungan) yang tampak dari interior masjid. Cekungan yang berjumlah lima memiliki filosofi rukun Islam yang umum di semua masjid-masjid kuno Persia.
![Melihat Keindahan Dua Masjid Bertabur Cahaya di Persia]()
Masjid Nasir Al-Mulk sangat dipengaruhi oleh budaya Eropa. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan berbagai kaca patri dan ubin warna-warni dalam arsitektur masjid yang biasanya digunakan pada gereja-gereja Eropa. Pada bagian aula besar masjid memiliki struktur yang mirip dengan aula asli yang terlihat pada banyak masjid Persia, seperti Masjid Shah (Isfahan). Perbedaannya terletak pada desain bunga berwarna cerah, bukan bentuk geometris seperti biasanya.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke masjid ini, sangat disarankan datang pada saat pagi hari. Ketika cahaya matahari menimpa ratusan kaca patri dan memantulkan ragam pola mosaik warna-warni ke lantai masjid yang memukau mata. Pendaran cahaya indah dari kaca patri Masjid Al-Mulk menciptakan fitur definitif utama yang membentuk perasaan spiritual penuh warna kekaguman. Nah, menarik bukan!
2. Masjid Shah Cheragh
Perancang masjid ini adalah Muhammad Hasan-e-Memar dan Muhammad Reza Kashi Paz-e-Shirazi. Mereka menggunakan kaca patri yang luas digunakan pada fasad dan elemen tradisional lainnya seperti panj kaseh-i (lima cekungan) yang tampak dari interior masjid. Cekungan yang berjumlah lima memiliki filosofi rukun Islam yang umum di semua masjid-masjid kuno Persia.

Masjid Nasir Al-Mulk sangat dipengaruhi oleh budaya Eropa. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan berbagai kaca patri dan ubin warna-warni dalam arsitektur masjid yang biasanya digunakan pada gereja-gereja Eropa. Pada bagian aula besar masjid memiliki struktur yang mirip dengan aula asli yang terlihat pada banyak masjid Persia, seperti Masjid Shah (Isfahan). Perbedaannya terletak pada desain bunga berwarna cerah, bukan bentuk geometris seperti biasanya.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke masjid ini, sangat disarankan datang pada saat pagi hari. Ketika cahaya matahari menimpa ratusan kaca patri dan memantulkan ragam pola mosaik warna-warni ke lantai masjid yang memukau mata. Pendaran cahaya indah dari kaca patri Masjid Al-Mulk menciptakan fitur definitif utama yang membentuk perasaan spiritual penuh warna kekaguman. Nah, menarik bukan!
2. Masjid Shah Cheragh

Lihat Juga :