Melihat Keindahan Dua Masjid Bertabur Cahaya di Persia
Sabtu, 23 Mei 2020 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Masjid Shah Cheragh juga terletak di Shiraz. Jika dilihat dari luar, masjid ini mungkin tampak seperti masjid kuno biasa dengan kubah biru yang cukup indah. Namun jika dilihat dari dalam, masjid ini tampak seperti istana kristal hijau.
Shah Cheragh adalah monumen dan masjid dengan arsitektur menakjubkan. Masjid ini pun dijuluki 'raja cahaya' karena interiornya yang berkilauan. Kristal hijau yang menghiasi dinding dan langit-langit saling memantulkan cahaya, menciptakan ilusi optik yang memukau dari berbagai sudut.
Bila Anda berkunjung ke masjid ini, maka Anda akan memperoleh pengalaman religius sekaligus mengagumi interior masjid yang unik. Kaca dan gelas yang berpendar-pendar itu, membuat mereka yang beribadah serasa di dalam rumah kaca.
Konon situs Masjid Shah Cheragh bermula dari monumen funereal alias seram dengan masa lalu yang mistis. Penuturan turun temurun di antara warga Shiraz, sekitar tahun 900 M seorang pengembara melihat cahaya misterius yang bersinar di kejauhan. Ia pun menyelidikinya. Lalu, dia menemukan kuburan bercahaya yang, ketika digali, ditemukan jenazah seorang tokoh muslim berbaju zirah. (Baca juga : Wisata Religi : Menelusuri Lima Museum Sejarah Islam Terbesar Di Dunia )
Cerita itu menyebabkan Masjid Shah Cheragh menjadi situs ziarah populer bagi umat Islam Syiah, dan struktur kubah digunakan sebagai makam. Situs ini diperbaiki dan diperluas selama berabad-abad, dengan sekolah-sekolah agama dan fasilitas lainnya ditambahkan ke dalam kompleks.
Atas perintah Ratu Tash Khtn yang berkuasa pada abad ke-14, masjid dibangun lagi dengan pembuatan dekorasi bola kaca yang khas. Sang Ratu kala itu, menginginkan ruangan masjid lebih bercahaya seribu kali lipat. Jadi nama "Shah Cheragh" secara kasar diterjemahkan menjadi "Raja Cahaya" dalam bahasa Persia.
Shah Cheragh adalah monumen dan masjid dengan arsitektur menakjubkan. Masjid ini pun dijuluki 'raja cahaya' karena interiornya yang berkilauan. Kristal hijau yang menghiasi dinding dan langit-langit saling memantulkan cahaya, menciptakan ilusi optik yang memukau dari berbagai sudut.
Bila Anda berkunjung ke masjid ini, maka Anda akan memperoleh pengalaman religius sekaligus mengagumi interior masjid yang unik. Kaca dan gelas yang berpendar-pendar itu, membuat mereka yang beribadah serasa di dalam rumah kaca.
Konon situs Masjid Shah Cheragh bermula dari monumen funereal alias seram dengan masa lalu yang mistis. Penuturan turun temurun di antara warga Shiraz, sekitar tahun 900 M seorang pengembara melihat cahaya misterius yang bersinar di kejauhan. Ia pun menyelidikinya. Lalu, dia menemukan kuburan bercahaya yang, ketika digali, ditemukan jenazah seorang tokoh muslim berbaju zirah. (Baca juga : Wisata Religi : Menelusuri Lima Museum Sejarah Islam Terbesar Di Dunia )
Cerita itu menyebabkan Masjid Shah Cheragh menjadi situs ziarah populer bagi umat Islam Syiah, dan struktur kubah digunakan sebagai makam. Situs ini diperbaiki dan diperluas selama berabad-abad, dengan sekolah-sekolah agama dan fasilitas lainnya ditambahkan ke dalam kompleks.
Atas perintah Ratu Tash Khtn yang berkuasa pada abad ke-14, masjid dibangun lagi dengan pembuatan dekorasi bola kaca yang khas. Sang Ratu kala itu, menginginkan ruangan masjid lebih bercahaya seribu kali lipat. Jadi nama "Shah Cheragh" secara kasar diterjemahkan menjadi "Raja Cahaya" dalam bahasa Persia.
(wid)
Lihat Juga :