Laboratorium Covid-19 di Gaza Hancur karena Serangan Udara Israel
Kamis, 20 Mei 2021 - 02:15 WIB
loading...
A
A
A
"Serangan itu menghentikan tes skrining Covid-19 karena satu-satunya lab yang kami punya kini hancur," kata Qidra dilansir dari The Straits Times, Rabu (19/5).
Sebelum serangan, pemerintah Gaza bisa menguji sampel Covid-19 rata-rata 1.600 sampel per hari. Laporan menjelaskan bahwa tingkat tes positif di Gaza termasuk yang tinggi di dunia dengan 28%. Selain itu, rumah sakit banyak dipenuhi pasien Covid-19 di Gaza.
Gaza sendiri hingga sekarang sudah mendapat 122.000 dosis vaksin Covid-19 . Menurut keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) , hampir setengah dari dosis vaksin yang dimiliki pemerintah Gaza belum didistribusikan ke masyarakat.
"Sebanyak 103.000 warga Gaza dinyatakan positif Covid-19, 930 di antaranya meninggal dunia," terang WHO.
Baca Juga : Imbas Tsunami COVID-19 di India, Puluhan Jenazah Terdampar di Sungai Gangga
Sebelum serangan, pemerintah Gaza bisa menguji sampel Covid-19 rata-rata 1.600 sampel per hari. Laporan menjelaskan bahwa tingkat tes positif di Gaza termasuk yang tinggi di dunia dengan 28%. Selain itu, rumah sakit banyak dipenuhi pasien Covid-19 di Gaza.
Gaza sendiri hingga sekarang sudah mendapat 122.000 dosis vaksin Covid-19 . Menurut keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) , hampir setengah dari dosis vaksin yang dimiliki pemerintah Gaza belum didistribusikan ke masyarakat.
"Sebanyak 103.000 warga Gaza dinyatakan positif Covid-19, 930 di antaranya meninggal dunia," terang WHO.
Baca Juga : Imbas Tsunami COVID-19 di India, Puluhan Jenazah Terdampar di Sungai Gangga
(dra)
Lihat Juga :