Angelina Jolie yang Curi Perhatian lewat Film Eternals Masih Aktif Jadi Dosen di Universitas Bergengsi
Selasa, 25 Mei 2021 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Angelina yang merupakan Utusan Khusus untuk Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) memanfaatkan pengalamannya selama 18 tahun dengan badan dunia tersebut untuk mengajar di kelas mahasiswa pascasarjana yang mempelajari Wanita, Perdamaian, dan Keamanan.
Di kelasnya, Angelina membahas berbagai aspek seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan serta perubahan kebijakan yang diperlukan untuk membantu mereka. Mantan istri Brad Pitt ini juga ikut mendirikan Preventing Sexual Violence in Conflict Initiative bersama Mantan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague. Inisiatif ini berfungsi sebagai kampanye global yang bertujuan mengakhiri pembebasan hukuman atas penggunaan pemerkosaan sebagai senjata perang di zona konflik.
“Perempuan dan anak perempuan masih menjadi korban utama perang. Perempuan berada di episentrum mutlak dari konflik modern, dalam arti yang paling buruk. Selama kita terus menempatkan hampir setiap masalah lain di atas hak dan partisipasi perempuan, kita akan tetap terjebak dalam siklus kekerasan dan konflik," ujar Angelina, seperti dilansir dari laman People, Selasa (25/5).
Baca Juga: Dikabarkan Kembali Rujuk dengan Gading, Gisel: Option Itu Tetap Terbuka
Dalam situs resmi London School of Economics, Angelina masih berstatus aktif sebagai pengajar dan diduga menjadi alumni LSE. Selain di universitas, Angelina juga terus bekerja melalui UNHCR sebagai utusan khusus dan fokus pada program anak-anak.
Di kelasnya, Angelina membahas berbagai aspek seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan serta perubahan kebijakan yang diperlukan untuk membantu mereka. Mantan istri Brad Pitt ini juga ikut mendirikan Preventing Sexual Violence in Conflict Initiative bersama Mantan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague. Inisiatif ini berfungsi sebagai kampanye global yang bertujuan mengakhiri pembebasan hukuman atas penggunaan pemerkosaan sebagai senjata perang di zona konflik.
“Perempuan dan anak perempuan masih menjadi korban utama perang. Perempuan berada di episentrum mutlak dari konflik modern, dalam arti yang paling buruk. Selama kita terus menempatkan hampir setiap masalah lain di atas hak dan partisipasi perempuan, kita akan tetap terjebak dalam siklus kekerasan dan konflik," ujar Angelina, seperti dilansir dari laman People, Selasa (25/5).
Baca Juga: Dikabarkan Kembali Rujuk dengan Gading, Gisel: Option Itu Tetap Terbuka
Dalam situs resmi London School of Economics, Angelina masih berstatus aktif sebagai pengajar dan diduga menjadi alumni LSE. Selain di universitas, Angelina juga terus bekerja melalui UNHCR sebagai utusan khusus dan fokus pada program anak-anak.
(tsa)
Lihat Juga :