Menilik Sejarah Payung dari Masa ke Masa

Selasa, 25 Mei 2021 - 21:01 WIB
loading...
A A A
Dalam bahasa Prancis, parapluie berarti payung, dengan paraberarti perlindungan. Sedangkan dalam bahasa Inggris, umbrellamemiliki batang latin umbrayang berarti "bayangan" sehingga punya kaitan langsung dengan pendahulunya yaitu parasol.

Pada abad ke-16, payung seperti yang kita kenal sekarang ini baru muncul. Pada abad ini, pelapis minyak dan wax mulai marak dipakai untuk menggantikan pelindung parasol yang sebelumnya. Sejak saat itulah, payung dan parasolpunya tujuan yang berbeda. Payung menjadi barang untuk melindungi dari cuaca buruk dan hujan.

Pada abad ke-17, payung menjadi tren di negara-negara Barat, terutama di Italia, Prancis, dan Inggris. Pada awalnya, payung hanya dianggap sebagai aksesori perempuan untuk melindunginya dari hujan. Hingga abad ke-18, secara bertahap para pria di Inggris dengan pemimpinnya Jonas Hanway mengadopsi era payung untuk pria.

Baca Juga: Bukan cuma Laki-laki dan Perempuan, Ini Lima Gender dalam Budaya Bugis

PAYUNG SEBAGAI AKSESORI MODE TERBARU

Menilik Sejarah Payung dari Masa ke Masa

Foto: Getty Images

Payung menjadi semakin populer di kalangan masyarakat kelas atas Eropa pada abad ke-18, bahkan menjadi tren aksesori mode selama periode Revolusi Prancis. Pengrajin memfokuskan pekerjaan mereka pada bagian pegangan dengan membuat karya seni melalui proses pengilangan (refining) serta kayu yang dipahat dari bahan bergengsi seperti kayu eboni (kayu hitam). Bahan-bahan ini seringkali mahal, sehingga pada abad ke-19 payung menjadi barang yang menarik perhatian.

Payung pertama di Eropa terbuat dari struktur tulang paus, meskipun bahan yang digunakan telah berkembang pesat, struktur dasar yang sama ini tetap penting. Struktur tulang ikan paus akhirnya diganti dengan kayu, baja, lalu aluminium dan sekarang fiberglass. Kanvas kain minyak juga telah diganti dengan jenis nilon yang semakin kuat dan resistan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Rekomendasi
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Riset Deloitte Bongkar...
Riset Deloitte Bongkar Alasan Mengapa Orang Indonesia Belum Move On dari Mobil Bensin
Uji Dynotest Tukang...
Uji Dynotest Tukang Solar di Thailand: Berapa Besar Kenaikan Tenaga Toyota FJ Cruiser Terbaru?
Berita Terkini
Terinspirasi Rafathar,...
Terinspirasi Rafathar, Nagita Slavina Gelar Kompetisi Basket SMA
Nathalie Holscher Ungkap...
Nathalie Holscher Ungkap Alasan Mantap Nikahi Arief Fadli
Sinopsis Hotter Than...
Sinopsis Hotter Than Hate, Microdrama Revenge Plot yang Tayang di V+Short
Dimas Aditya Syok Temui...
Dimas Aditya Syok Temui Langsung Orang Dipasung saat Syuting Juminten Edan
Microdrama A Vengeful...
Microdrama A Vengeful Affair tentang Toxic Relationship, Tayang di V+Short
Terungkap! Ratu Camilla...
Terungkap! Ratu Camilla Ternyata Masih Kerabat Madonna dan Celin Dion
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved