Tak Hanya Selamatkan Ribuan Pekerja, Sandiaga Uno Sebut Penyaluran Dana Hibah Pariwisata ke Taman Rekreasi untuk Selamatkan Satwa
Jum'at, 28 Mei 2021 - 16:54 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno saat berada di Taman Safari Indonesia. Foto/Dok Kemenparekraf
A
A
A
JAKARTA - Program pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) lewat penyaluran dana hibah pariwisata kini menyasar taman rekreasi nasional. Satu di antaranya kebun binatang, baik yang dikelola kalangan swata maupun pemerintah. Kabar baik itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno ketika mengunjungi Taman Safari Indonesia , Cibeureum, Cisarua, Bogor, Jawa Barat pada Jumat (28/5).
Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengaku salut dengan keputusan para pemilik Taman Safari Nasional, yakni Jansen Manangsang, Frans Manangsang dan Tony Sumapau. Ketiga bersaudara itu katanya tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebanyak 1.200 pegawainya selama pandemi covid-19. Padahl diketahui, kebijakan pemerintah yang berujung kepada menurunnya jumlah pengunjung selama pandemi memicu beragam keterbatasan bagi pengelola Taman Safari Indonesia.
Oleh karena itu, mewakili pemerintah, Sandiaga Uno menyampaikan apreasiasinya kepada ketiga saudara itu serta para pegawai. Selain itu, menegaskan Taman Safari Indonesia akan tetap buka dan melayani publik sejalan dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.
Baca Juga : Anak Gajah di Taman Safari Indonesia Diberi Nama Pulisia, Sandiaga Uno Ungkap Alasannya
"Jadi ini betul-betul adalah satu perjuangan yang sangat menurut saya penuh tantangan, tapi mudah-mudahan kita segera bangkit, kita segera pulih," ungkap Sandiaga Uno usai memberi nama anak gajah di Taman Safari Indonesia pada Jumat (28/5/2021).
Lebih lanjut dipaparkannya, pandemi covid-19 memaksa seluruh pihak untuk meningkatkan inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Ketiga hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno telah diaplikasikan oleh pengelola Taman Safari Indonesia, yakni lewat adaptasi teknologi digital, berupa virtual reality dan augmented reality. Kehadiran teknologi tersebut diharapkannya dapat menambah pengalaman berkesan bagi para pengunjung kalangan milenial dan generasi Z.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengaku salut dengan keputusan para pemilik Taman Safari Nasional, yakni Jansen Manangsang, Frans Manangsang dan Tony Sumapau. Ketiga bersaudara itu katanya tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebanyak 1.200 pegawainya selama pandemi covid-19. Padahl diketahui, kebijakan pemerintah yang berujung kepada menurunnya jumlah pengunjung selama pandemi memicu beragam keterbatasan bagi pengelola Taman Safari Indonesia.
Oleh karena itu, mewakili pemerintah, Sandiaga Uno menyampaikan apreasiasinya kepada ketiga saudara itu serta para pegawai. Selain itu, menegaskan Taman Safari Indonesia akan tetap buka dan melayani publik sejalan dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.
Baca Juga : Anak Gajah di Taman Safari Indonesia Diberi Nama Pulisia, Sandiaga Uno Ungkap Alasannya
"Jadi ini betul-betul adalah satu perjuangan yang sangat menurut saya penuh tantangan, tapi mudah-mudahan kita segera bangkit, kita segera pulih," ungkap Sandiaga Uno usai memberi nama anak gajah di Taman Safari Indonesia pada Jumat (28/5/2021).
Lebih lanjut dipaparkannya, pandemi covid-19 memaksa seluruh pihak untuk meningkatkan inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Ketiga hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno telah diaplikasikan oleh pengelola Taman Safari Indonesia, yakni lewat adaptasi teknologi digital, berupa virtual reality dan augmented reality. Kehadiran teknologi tersebut diharapkannya dapat menambah pengalaman berkesan bagi para pengunjung kalangan milenial dan generasi Z.
Lihat Juga :