5 Alternatif Pengganti Ketupat untuk Menemani Opor Saat Lebaran
Minggu, 24 Mei 2020 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
3. Sekubal, Lampung
Sajian hari lebaran yang akrab dengan masyarakat Lampung ini dibuat dari beras ketan yang dibalut dengan daun pisang lalu dikukus. Terbayang aroma dan rasa gurihnya jika dipadukan dengan rendang atau opor. Sekubal kerap dihidangkan di acara-acara besar seperti perkawinan, khitanan, dan begawi adat.
4. Buras, Makassar
Makanan yang bentuknya menyerupai lontong ini berasal dari Makassar. Burasa telah menghangatkan suasana Idul Fitri keluarga di Sulawesi Selatan sejak dahulu. Hidangan ini memiliki rasa yang unik karena beras yang digunakan sebagai bahan bakunya dimasak dengan santan terlebih dahulu sebelum dibungkus menggunakan daun pisang. Burasa cocok dihidangkan saat Lebaran bersama dengan coto Makassar.
5. Pali-Pali, Ternate
Berasal dari Ternate, rasa makanan ini memang tidak berbeda jauh dengan lontong ataupun ketupat. Yang berbeda hanyalah daun pembungkusnya, yakni menggunakan daun lontar. Sajian yang dianggap sakral dan muncul saat acara-acara khusus kesultanan ini, biasa disantap dengan makanan pendamping gohu ikan atau makanan khas Ternate lainnya.
Sajian hari lebaran yang akrab dengan masyarakat Lampung ini dibuat dari beras ketan yang dibalut dengan daun pisang lalu dikukus. Terbayang aroma dan rasa gurihnya jika dipadukan dengan rendang atau opor. Sekubal kerap dihidangkan di acara-acara besar seperti perkawinan, khitanan, dan begawi adat.
4. Buras, Makassar
Makanan yang bentuknya menyerupai lontong ini berasal dari Makassar. Burasa telah menghangatkan suasana Idul Fitri keluarga di Sulawesi Selatan sejak dahulu. Hidangan ini memiliki rasa yang unik karena beras yang digunakan sebagai bahan bakunya dimasak dengan santan terlebih dahulu sebelum dibungkus menggunakan daun pisang. Burasa cocok dihidangkan saat Lebaran bersama dengan coto Makassar.
5. Pali-Pali, Ternate
Berasal dari Ternate, rasa makanan ini memang tidak berbeda jauh dengan lontong ataupun ketupat. Yang berbeda hanyalah daun pembungkusnya, yakni menggunakan daun lontar. Sajian yang dianggap sakral dan muncul saat acara-acara khusus kesultanan ini, biasa disantap dengan makanan pendamping gohu ikan atau makanan khas Ternate lainnya.
(alv)
Lihat Juga :