Cegah Sejak Dini, Kenali Faktor Risiko dan Perjalanan Kanker Ovarium

Senin, 31 Mei 2021 - 09:58 WIB
loading...
Cegah Sejak Dini, Kenali...
Kenali faktor risiko untuk mencegah dini kanker ovarium. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kanker ovarium menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker no 3 di dunia. Kanker ini kerap mengintai para perempuan di seluruh dunia. Di Indonesia, penyakit ini menjadi penyebab kematian ketiga akibat kanker pada perempuan. Mirisnya kanker ovarium ini cenderung tidak memiliki gejala, sehingga agak sulit untuk mendeteksinya saat masih berada di stadium awal.

Spesialis Obsterti dan Ginekologi, dr. Pungky Mulawardhana, Sp,OG (K) membenarkan bahwa kanker ovarium memang jarang ditemukan pada stadium awal karena berkembang secara tersembunyi dan hampir tidak bergejala. Alhasil penyakit ini lebih sering ditemukan pada stadium lebih lanjut.

“Bila timbul gejala klinis umumnya merupakan akibat dari pertumbuhan perkembangan serta komplikasi yang sering timbul pada tingkat stadium lanjut. Saat keadaan sudah pada stadium yang lanjut kanker akan sulit untuk disembuhkan,” terang dr. Pungky, dalam siaran pers ‘Kampanye 10 Jari – Deteksi Faktor Risiko dan Gejala Kanker Ovarium’, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Kenali dan Mulailah Deteksi, Ini 10 Tanda Anda Mengidap Kanker Ovarium

Jika sudah dalam kondisi lebih lanjut, maka pengobatan kanker ovarium menjadi lebih sulit dan terbatas untuk dilakukan. Padahal jika penyakit ini terdeteksi sejak dini, maka sekira 94 persen pasien dapat hidup lebih dari lima tahun setelah diagnosis.

“Operasi dan kemoterapi adalah penanganan yang umum dilakukan untuk kanker ovarium. Pada kanker ovarium stadium awal di mana penyakit ini masih terbatas di ovarium, penanganan dan pengobatan memiliki kemungkinan besar untuk berhasil,” lanjutnya.

Oleh sebab itu mengenal berbagai macam faktor risiko kanker ovarium bisa menjadi cara terbaik untuk mengantisipasi terjadinya penyakit. Dalam kesempatan tersebut dalam kesempatan tersebut dr. Pungky menjelaskan enam faktor risiko terjadinya kanker ovarium.

1.Angka paritas yang rendah

2.Pertambahan usia (80 persen kanker >50 tahun)

3.Gaya hidup buruk

4.Endometriosis

5.Riwayat keluarga kanker ovarium atau payudara (Peningkatan risiko >2x)

6.Mutasi genetic (BRCA-kemungkinan 11-40 persen pada usia lebih dini) (5-15 persen kanker ovarium memiliki faktor keturunan).

Baca Juga : Ashanty Sebut Seperti Terkena Kanker karena Pengaruh Obat Autoimun

Dokter Pungky pun menjelaskan perjalanan kanker ovarium. Menurutnya kanker ovarium memiliki sejumlah tahap, diantaranya:

1.Diagnosis dan terapi dini (kesembuhan dan ketahanan hidup)

2.sekira 70-80 persen kanker ovarium didiagnosis stadium lanjut (3-4) yang menyebabkan angka ketahanan hidup lima tahun rendah.

Stadium 1 sebesar 90 persen

Stadium 2 sebesar 70 persen

Stadium 3 sebesar 39 persen

Stadium 4 sebesar 17 persen

3.Monitoring berkala sampai dengan lima tahun.

4.Mayoritas respon pengobatan dengan operasi dan kemoterapi

5.Kekambuhan kanker ovarium tinggi (sebesar 80 persen pasien dengan kanker stadium 2-4 mengalami kekambuhan)
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Kanker Usus Besar Mulai...
Kanker Usus Besar Mulai Serang Kalangan Anak Muda, Jangan Sepelekan Gejala Ini
Perawatan Kanker Kini...
Perawatan Kanker Kini Mengarah pada Pendekatan Individual
Terbengkalai Bertahun-tahun,...
Terbengkalai Bertahun-tahun, Rumah Singgah Julia Perez untuk Pasien Kanker Butuh Renovasi Besar
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Netanyahu Akui Terkena...
Netanyahu Akui Terkena Kanker Prostat setelah Tumor Ganasnya Diangkat
Mahasiswa UNEJ Buktikan...
Mahasiswa UNEJ Buktikan Reaktor Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Terapi Kanker
Rekomendasi
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
Makanan yang Baik untuk...
Makanan yang Baik untuk Kesehatan Otak dan Bisa Cegah Pikun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved