Penyandang Talasemia Harus Membatasi Konsumsi Daging Merah dan Bayam, Ini Alasannya!
Senin, 31 Mei 2021 - 20:06 WIB
loading...
A
A
A
"Bukan dilarang atau tidak diperkenankan sama sekali pasien talasemia makan daging merah seperti daging sapi, tapi yang tepat adalah boleh makan tapi ada batasnya," katanya dalam webinar kesehatan bertajuk 'Hidup Berdamai dengan Thalasemia', Senin (31/5/2021).
Selain daging sapi, Ruswandi pun mengingatkan kepada pasien atau keluarga pasien Talasemia bahwa bayam yang kaya akan zat besi pun sebaiknya dikurangi porsinya.
Kenapa daging sapi dan bayam harus dibatasi bagi pasien Talasemia?
Ruswandi menerangkan bahwa pada tubuh pasien Talasemia, mereka sudah memiliki kadar zat besi yang sangat tinggi. Jadi, ketika asupan makanan atau minuman yang mengandung zat besi tetap diterima dengan jumlah yang tidak terkendali, akan memperburuk kondisi kesehatan.
"Tubuh pasien Talasemia itu sudah memiliki kadar zat besi yang tinggi. Ya, kalau mereka makan daging sapi atau bayam dengan jumlah banyak, malah akan membahayakan tubuhnya," tambahnya.
Sementara itu, Konsultan Hematologi Onkologi Anak dr Bambang Sudarmanto, Sp.A(K), MARS, menjelaskan bahwa pasien Talasemia membutuhkan terapi transfusi darah secara rutin. Karena terapi tersebut, membuat mereka harus seumur hidup mengonsumsi obat kelasi besi.
Selain daging sapi, Ruswandi pun mengingatkan kepada pasien atau keluarga pasien Talasemia bahwa bayam yang kaya akan zat besi pun sebaiknya dikurangi porsinya.
Kenapa daging sapi dan bayam harus dibatasi bagi pasien Talasemia?
Ruswandi menerangkan bahwa pada tubuh pasien Talasemia, mereka sudah memiliki kadar zat besi yang sangat tinggi. Jadi, ketika asupan makanan atau minuman yang mengandung zat besi tetap diterima dengan jumlah yang tidak terkendali, akan memperburuk kondisi kesehatan.
"Tubuh pasien Talasemia itu sudah memiliki kadar zat besi yang tinggi. Ya, kalau mereka makan daging sapi atau bayam dengan jumlah banyak, malah akan membahayakan tubuhnya," tambahnya.
Sementara itu, Konsultan Hematologi Onkologi Anak dr Bambang Sudarmanto, Sp.A(K), MARS, menjelaskan bahwa pasien Talasemia membutuhkan terapi transfusi darah secara rutin. Karena terapi tersebut, membuat mereka harus seumur hidup mengonsumsi obat kelasi besi.
Lihat Juga :