Tuol Sleng Genocide Museum: Saksi Bisu Pembantaian Massal di Kamboja

Senin, 31 Mei 2021 - 22:15 WIB
loading...
A A A
2. DARI 12.000 ORANG, HANYA 15 ORANG YANG SELAMAT

Tuol Sleng Genocide Museum: Saksi Bisu Pembantaian Massal di Kamboja

Foto: Kirstie Brewer/BBC

Di antara 15 orang yang berhasil selamat, setidaknya ada dua orang yang masih hidup. Mengutip dari BBC , penyintas bernama Chum Mey dan Bou Meng membagikan kisahnya. Para pria berusia 80 tahunan itu turut mengabadikan ingatannya dalam bentuk memoar yang dijual seharga USD10 atau sekitar Rp140.000 untuk setiap kopinya.

Menurut Chum Mey, dirinya bekerja untuk Khmer Merah sebagai mekanik, tapi tiba-tiba, pada 28 Oktober 1978, dirinya dibawa ke S-21 dengan alasan yang tidak diketahuinya hingga kini. “Mataku ditutup dan tanganku diikat ke belakang, aku benar-benar memohon kepada penculikku untuk setidaknya membiarkanku memberitahu keluargaku agar mereka tidak tahu,” ujarnya.

Menurutnya, setibanya di S-21, dirinya dan tahanan lainnya langsung difoto lalu ditelanjangi dan dibelenggu. Dalam 12 hari setelah hari pertama penangkapannya, Chum Mey dikeluarkan dari selnya tiga kali sehari untuk disiksa dan diinterogasi di ruangan khusus. Chum Mey yang benar-benar tidak memahami alasan keberadaannya di S-21 dan tidak mengerti pertanyaan-pertanyaan yang penyidiknya utarakan hanya bisa menjawab apa adanya, yaitu, “Tidak tahu.”

Namun, karena siksaan yang sedemikian hebatnya, Chum Mey mengatakan bahwa dirinya pada akhirnya mulai mengatakan hal-hal yang ingin didengar oleh para penyidiknya saja. Ia bahkan tidak mengerti apakah yang diutarakannya itu salah atau benar. Pasalnya, kalau penyidik tersebut tidak mendapatkan pengakuan sebagaimana yang diperintahkan para atasan, para penyidik itulah yang akan dieksekusi.

Sama halnya dengan Chum Mey, Bou Meng yang disiksa dengan pukulan, tendangan, tusukan, bahkan setruman akhirnya mengakui dirinya sebagai bagian dari CIA dan mengatakan hal-hal yang menyenangkan hati para penyidiknya guna menghentikan siksaan yang dihantamkan kepadanya.

Menurut pengakuannya kepada BBC, Bou Meng dibiarkan hidup karena kepandaiannya dalam melukis. Ketika kepala penjara, Duch, mengetahui bahwa dirinya adalah pelukis, ia memintanya mereproduksi foto Pol Pot dengan syarat lukisan dan fotonya harus mirip dan terlihat hidup. Kalau hasilnya tidak memuaskan, Bou Meng akan dibunuh. Meskipun Bou Meng berhasil bertahan hidup hingga sekarang, ia masih sering kali sedih ketika mengenang mendiang istrinya yang juga meninggal pada masa-masa kelam itu.

Chum Mey juga selamat berkat kepandaiannya dalam memperbaiki sesuatu. Menurut pengakuannya kepada BBC, dirinya mampu memperbaiki mesin tik yang pada saat itu sangat penting untuk keperluan menulis kesaksian.

3. DUKUNGAN UNTUK KORBAN S-21 DAN KELUARGANYA

Tuol Sleng Genocide Museum: Saksi Bisu Pembantaian Massal di Kamboja

Foto: ijrcenter.org
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
Rekomendasi
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved