Cerita Titiek Puspa yang Sempat Pasrah Melawan Kanker
Senin, 20 April 2020 - 13:09 WIB
loading...
A
A
A
"Bukan siapa atau apa, kalo Tuhan kehendaki ya terjadilah. Tetapi karena oh gusti ngresaken toh, monggo. Tau bahasa Indonesianya? kalo Tuhan menghendaki silahkan," lanjutnya.
Meski sempat merasa pasrah, namun ibu dua orang anak itu tidak lantas berhenti begitu saja. Ia melakukan sejumlah pengobatan. Di Singapura, Titiek menjalani serangkaian pengobatan. Tapi setelah 2,5 bulan, kanker yang diidapnya justru bertambah parah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kanker yang diidap Titiek hampir menyentuh stadium tiga.
"Pagi-pagi bangun isi formulir kredit card, aku isi kabeh. Asisten ku, koper diisi baju harian aja. Mau kemana? Aku mau ke Singapur. Aku dandan, aku tlp anak-anak ku. 'Mba, ade, mama mau ke Singapur?' 'Ia mama sekarang on the way airport'. Aku sama asistenku, Pety sama Ella," ujarnya.
"Disini (Jakarta) cari yang perempuan enggak ada. Yaudah aku cari disana (Singapura) dapet yang perempuan. Yaudah disana 2,5 bulan dari 1,5 sampai hampir menjadi 3. Saya proteskan. Gusti bagaimana ini? Kan saya udah 2,5 bulan disini. Bukannya turun ko malah naik?," tambahnya.
Titiek mengenang sakit yang dirasakan saat itu melebihi dari apapun. "Ia, makannya ada komplain juga. Tuhan, saya ini udah ke dokter. Mula-mula 1,5, ko sekarang malah hampir 3?. Ini apa ini maunya? Saya ini sakit, sakit sekali. Waktu itu sakitnya, saya ngelahirin anak, sakitnya enggak kaya gitu. Taroh deh ngelahirin anak 100 sama sakitnya itu, enggak ada bandingnya. Itu the whole body sakit," jelasnya.
"Enggak ngerti, itu sakit tuh, yang enggak ngerti sakitnya kaya apa. Sampe tangan, badan semua seperti ilang. Tanganku mana, badanku mana? Dipegang ini tangannya. Cuma itu aja yang terasa yang lainnya enggak," tambahnya.
Akhirnya, penyanyi kelahiran 1 November 1937 itu memilih untuk pulang ke Jakarta dan menghentikan pengobatan di Singapura. Alih-alih mengunjungi dokter untuk mengobati penyakitnya, Titiek justru memilih menjalani meditasi selama 13 hari. Ia melakukan meditasi lima jam dalam sehari.
Meski sempat merasa pasrah, namun ibu dua orang anak itu tidak lantas berhenti begitu saja. Ia melakukan sejumlah pengobatan. Di Singapura, Titiek menjalani serangkaian pengobatan. Tapi setelah 2,5 bulan, kanker yang diidapnya justru bertambah parah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kanker yang diidap Titiek hampir menyentuh stadium tiga.
"Pagi-pagi bangun isi formulir kredit card, aku isi kabeh. Asisten ku, koper diisi baju harian aja. Mau kemana? Aku mau ke Singapur. Aku dandan, aku tlp anak-anak ku. 'Mba, ade, mama mau ke Singapur?' 'Ia mama sekarang on the way airport'. Aku sama asistenku, Pety sama Ella," ujarnya.
"Disini (Jakarta) cari yang perempuan enggak ada. Yaudah aku cari disana (Singapura) dapet yang perempuan. Yaudah disana 2,5 bulan dari 1,5 sampai hampir menjadi 3. Saya proteskan. Gusti bagaimana ini? Kan saya udah 2,5 bulan disini. Bukannya turun ko malah naik?," tambahnya.
Titiek mengenang sakit yang dirasakan saat itu melebihi dari apapun. "Ia, makannya ada komplain juga. Tuhan, saya ini udah ke dokter. Mula-mula 1,5, ko sekarang malah hampir 3?. Ini apa ini maunya? Saya ini sakit, sakit sekali. Waktu itu sakitnya, saya ngelahirin anak, sakitnya enggak kaya gitu. Taroh deh ngelahirin anak 100 sama sakitnya itu, enggak ada bandingnya. Itu the whole body sakit," jelasnya.
"Enggak ngerti, itu sakit tuh, yang enggak ngerti sakitnya kaya apa. Sampe tangan, badan semua seperti ilang. Tanganku mana, badanku mana? Dipegang ini tangannya. Cuma itu aja yang terasa yang lainnya enggak," tambahnya.
Akhirnya, penyanyi kelahiran 1 November 1937 itu memilih untuk pulang ke Jakarta dan menghentikan pengobatan di Singapura. Alih-alih mengunjungi dokter untuk mengobati penyakitnya, Titiek justru memilih menjalani meditasi selama 13 hari. Ia melakukan meditasi lima jam dalam sehari.
Lihat Juga :