Konsumsi Susu Bisa Jadi Investasi Gizi Cegah Stunting

loading...
Konsumsi Susu Bisa Jadi Investasi Gizi Cegah Stunting
Konsumsi Susu Bisa Jadi Investasi Gizi Cegah Stunting. Foto/FirstCry Parenting.
JAKARTA - Susu baik untuk kesehatan , termasuk investigasi gizi untuk cegah stunting . Tapi di saat yang bersamaan, Indonesia masih memiliki angka stunting yang tinggi.

Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronik adalah 30,8%. Bahkan proporsi status gizi buruk dan gizi kurang mencapai 17,7%.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan butuh sebuah kampanye untuk meningkatkan kecukupan gizi, baik makro maupun mikronutrien dalam rangka mempersiapkan generasi unggul di masa mendatang.

"Sebetulnya gizi seimbang yang dikampanyekan oleh Kementerian Kesehatan secara substantif adalah inti yang sangat penting. Dalam arti secara substantif ini sangat benar. Sekarang adalah bagaimana kita membuat kampanye dengan jargon terkait dengan gizi seimbang itu,” ujar Hasto, Selasa (8/6).



Baca Juga : Waspada! 3 Perubahan Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Mematikan

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah merilis pedoman gizi seimbang yang memberikan gambaran porsi sekali makan yang di dalamnya memuat beragam sumber gizi. Termasuk protein hewani yang salah satunya dapat ditemui pada susu.

Dokter Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K) menekankan pentingnya protein hewani untuk tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Menurutnya, protein hewani mengandung asam amino esensial lengkap, yang krusial bagi pertumbuhan sel-sel otak anak. Bisa dibilang, protein hewani merupakan investasi gizi untuk tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun kognitif.

“Protein hewani tidak hanya didapat dari daging, bisa yang lebih murah seperti ikan, telur, ayam, termasuk susu,” ucap Prof Damayanti.

Baca Juga : COVID-19 Makin Parah, Pemerintah Malaysia Kerahkan Drone untuk Cek Suhu Warga

Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Damayanti bersama rekan-rekannya pada 2018 menemukan, konsumsi susu pertumbuhan sebanyak 300 ml setiap hari bisa dipertimbangkan untuk mencegah stunting pada batita.

Penelitian dilakukan pada 2013-2014 di lima posyandu di Jakarta, pada 172 batita; 41 di antaranya stunting, dan 131 memiliki tinggi badan normal. Selanjutnya dilakukan analisis untuk mengevaluasi hubungan antara konsumsi sumber protein hewani dan stunting, dan didapatkanlah kesimpulan tersebut.



Menurut Prof Damayanti, kasein yang terkandung dalam susu memiliki efek positif terhadap hormon pertumbuhan, sehingga bisa mendukung tinggi badan anak. Sebagai protein hewani, susu juga mendukung pertumbuhan sel-sel otak anak.

“Negara-negara yang memberikan susu, seperti Vietnam memiliki hasil kompentensi belajar matematika, science, dan membacanya yang sangat bagus. Hanya 5% yang tidak lulus, sedangkan Indonesia, 43% yang tidak lulus,” kata Prof. Damayanti.

Baca Juga : Latih Anak Agar Mampu Mengelola Emosi, Begini Caranya
(dra)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top