Sering Kena Stereotip, Ini Artinya Jadi Mahasiswa Sastra
Sabtu, 12 Juni 2021 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Soalnya, banyak materi seru yang diajarkan di Jurusan Sastra, bukan cuma tentang tata bahasa, puisi dan novel. Lebih dari itu, ada juga materi di antaranya soal feminisme, gender, dan budaya.
![Sering Kena Stereotip, Ini Artinya Jadi Mahasiswa Sastra]()
Foto:Instagram @vcahyanita
“Belajar di Sastra (terutama sastra asing) itu nggak kayak les gitu. Kita (mahasiswa Jurusan Sastra Inggris) belajar tentang isu-isu yang berkaitan dengan karya sastra, seperti feminisme, gender, representasi, kolonialisme, dan budaya,” ungkap Tata.
Tata menambahkan bahwa metode belajar mengajar di Jurusan Sstra juga (terutama sastra asing) bertahap, tidak langsungmemakai bahasa asing secara penuh. Jadi mahasiswa baru bisa adaptif dengan penggunaan bahasa asing di kelas.
Baca Juga: Kamu Calon Mahasiswa Baru? Ini Kiat Memaksimalkan Potensi Diri saat Masa Kuliah
Selain itu, Tata juga bercerita bahwa ia dan teman-teman sesama Jurusan Sastra sering berdiskusi tentang karya sastra seperti novel dari berbagai macam perspektif, Hal ini membuatnya lebih terbuka dan toleran dalam menanggapi perkara baru.
“Di Jurusan Sastra itu banyak mata kuliah yang membahas karya sastra dari berbagai macam perspektif, sehingga membuat mahasiswanya jadi lebih kritis dalam menanggapi suatu hal,” imbuhnya.
Penyuka Seni Peran, Olah Vokal, dan Film

Foto:Instagram @vcahyanita
“Belajar di Sastra (terutama sastra asing) itu nggak kayak les gitu. Kita (mahasiswa Jurusan Sastra Inggris) belajar tentang isu-isu yang berkaitan dengan karya sastra, seperti feminisme, gender, representasi, kolonialisme, dan budaya,” ungkap Tata.
Tata menambahkan bahwa metode belajar mengajar di Jurusan Sstra juga (terutama sastra asing) bertahap, tidak langsungmemakai bahasa asing secara penuh. Jadi mahasiswa baru bisa adaptif dengan penggunaan bahasa asing di kelas.
Baca Juga: Kamu Calon Mahasiswa Baru? Ini Kiat Memaksimalkan Potensi Diri saat Masa Kuliah
Selain itu, Tata juga bercerita bahwa ia dan teman-teman sesama Jurusan Sastra sering berdiskusi tentang karya sastra seperti novel dari berbagai macam perspektif, Hal ini membuatnya lebih terbuka dan toleran dalam menanggapi perkara baru.
“Di Jurusan Sastra itu banyak mata kuliah yang membahas karya sastra dari berbagai macam perspektif, sehingga membuat mahasiswanya jadi lebih kritis dalam menanggapi suatu hal,” imbuhnya.
Penyuka Seni Peran, Olah Vokal, dan Film
Lihat Juga :