Sering Salah Kaprah, Gaya Hidup Minimalis dan Frugalisme Ternyata Gak Sama
loading...
A
A
A
Terus, Gimana Caranya Menghemat Ruang dan Uang?
![Sering Salah Kaprah, Gaya Hidup Minimalis dan Frugalisme Ternyata Gak Sama]()
Foto: 123rf
Untuk menghemat ruang, kamu bisa melakukan decluttering. Ini adalah istilah untuk kegiatan membereskan rumah dengan cara mengurangi sebagian barang-barang.
Kamu bisa membagi prioritas benda berdasarkan intensitas pemakaiannya, yaitu pemakaian setiap hari, pemakaian saat momen tertentu, dan jarang dipakai.
Kemudian, barang-barang yang sudah disortir bisa kamu donasikan atau jual kembali dan memulai bisnis thrift shopping.
Nah, untuk mengelola uang, kamu harus bijaksana dalam penggunaannya. Sebagai anak muda, kamu mesti bijak dalam melihat tren. Jangan sampe semua tren kamu ikuti.
![Sering Salah Kaprah, Gaya Hidup Minimalis dan Frugalisme Ternyata Gak Sama]()
Foto: istockphoto
Yang ada, duit kamu habis untuk memuaskan ego mengikuti tren. Lupakan gengsi, karena ngikutin gengsi gak akan ada habisnya.
Berikutnya, hindari berutang. Jangan sampe, deh, kamu berutang ke teman untuk urusan makan, padahal kamu abis beli barang yang relatif mewah buat ukuran kantong kamu.
Apalagi, sekarang banyak jasa pinjaman online yang bikin kamu makin gampang berutang. Data statistik Fintech Lending Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Maret 2020 menunjukkan, bahwa usia 19 tahun-34 tahun mendominasi peserta pinjaman online, yaitu sebanyak 70,07 persen. Jadi, jangan sampai terjerat utang, ya!

Foto: 123rf
Untuk menghemat ruang, kamu bisa melakukan decluttering. Ini adalah istilah untuk kegiatan membereskan rumah dengan cara mengurangi sebagian barang-barang.
Kamu bisa membagi prioritas benda berdasarkan intensitas pemakaiannya, yaitu pemakaian setiap hari, pemakaian saat momen tertentu, dan jarang dipakai.
Kemudian, barang-barang yang sudah disortir bisa kamu donasikan atau jual kembali dan memulai bisnis thrift shopping.
Nah, untuk mengelola uang, kamu harus bijaksana dalam penggunaannya. Sebagai anak muda, kamu mesti bijak dalam melihat tren. Jangan sampe semua tren kamu ikuti.

Foto: istockphoto
Yang ada, duit kamu habis untuk memuaskan ego mengikuti tren. Lupakan gengsi, karena ngikutin gengsi gak akan ada habisnya.
Berikutnya, hindari berutang. Jangan sampe, deh, kamu berutang ke teman untuk urusan makan, padahal kamu abis beli barang yang relatif mewah buat ukuran kantong kamu.
Apalagi, sekarang banyak jasa pinjaman online yang bikin kamu makin gampang berutang. Data statistik Fintech Lending Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Maret 2020 menunjukkan, bahwa usia 19 tahun-34 tahun mendominasi peserta pinjaman online, yaitu sebanyak 70,07 persen. Jadi, jangan sampai terjerat utang, ya!
Lihat Juga :