5 Hal yang Membuat Seseorang Bisa Menjadi Pemimpin, Kamu Punya?
Senin, 14 Juni 2021 - 15:04 WIB
loading...
Seseorang bisa menjadi pemimpin jika melakukan hal yang membuatnya punya kekuatan tersebut. Foto/iStock
A
A
A
JAKARTA - Pernahkah kamu berpikir bagaimana BTS bisa punya pengaruh yang sangat besar bagi banyak orang? Selain karena musik mereka, BTS juga punya perhatian pada isu yang luas, salah satunya adalah soal kesehatan mental.
BTS bisa dikategorikan sebagai seorang pemimpin karena mereka punya pengaruh dan dampak yang besar bagi para penggemar mereka, bahkan meluas hingga ke masyarakat umum.
Pada dasarnya, setiap manusia adalah seorang pemimpin, baik bagi dirinya sendiri atau orang lain. Ternyata, setiap orang punyakekuatan untuk menarik orang mengikutinya.
Power atau kekuatan adalah instrumen penting yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Teori ini dalam psikologi dinamakan sebagai social bases of power atau kekuatan sosial dasar.
Teori ini dikembangkan oleh psikolog sosial J.R.P. French dan Bertram Raven pada 1959. Menurut mereka, seorang pemimpin dapat memengaruhi atau dipengaruhi dari orang lain.
Hal ini juga sesuai dengan teori claiming dan granting yang menekankan pentingnya penerimaan dari "pengikutnya". Ketika pemimpin memiliki ide (claiming), idenya tentu harus diikuti dan disetujui oleh pengikutnya (granting). Kalau hal tersebut tidak terpenuhi, maka seorang pemimpin harus dipertanyakan kembali kelayakannya.
Oleh karena itu, besarnya kekuatan sangat memengaruhi tindakan seorang pemimpin. Berikut adalah lima kekuatan sosial dasar yang membuat seseorang bisa menjadi pemimpin.
1. KEKUATAN KOERSIF (COERSIF POWER)
![5 Hal yang Membuat Seseorang Bisa Menjadi Pemimpin, Kamu Punya?]()
Foto: Getty Images/Historyextra
Kekuatan yang satu ini termasuk dalam kategori kekuatan formal. Kekuatan ini juga sifatnya cenderung negatif dan gampang disalahgunakan. Pemimpin yang menggunakan ini biasanya punya konsekuensi untuk tidak disukai orang lain.
Dua bentuk dari penggunaan kekuatan ini adalah ancaman dan hukuman. Ketika seorang pemimpin memutuskan untuk menghukum rekan kerjanya dengan pemotongan gaji, ia telah menggunakan kekuatan koersifnya.Salah satu sosok pemimpin yang menonjol dalam menggunakan kekuatan ini adalah Adolf Hitler. Ia tidak segan-segan membantai keturunan Yahudi dan sering kali dalam aksinya memberikan ancaman terhadap warga Jerman lainnya.
BTS bisa dikategorikan sebagai seorang pemimpin karena mereka punya pengaruh dan dampak yang besar bagi para penggemar mereka, bahkan meluas hingga ke masyarakat umum.
Pada dasarnya, setiap manusia adalah seorang pemimpin, baik bagi dirinya sendiri atau orang lain. Ternyata, setiap orang punyakekuatan untuk menarik orang mengikutinya.
Power atau kekuatan adalah instrumen penting yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Teori ini dalam psikologi dinamakan sebagai social bases of power atau kekuatan sosial dasar.
Teori ini dikembangkan oleh psikolog sosial J.R.P. French dan Bertram Raven pada 1959. Menurut mereka, seorang pemimpin dapat memengaruhi atau dipengaruhi dari orang lain.
Hal ini juga sesuai dengan teori claiming dan granting yang menekankan pentingnya penerimaan dari "pengikutnya". Ketika pemimpin memiliki ide (claiming), idenya tentu harus diikuti dan disetujui oleh pengikutnya (granting). Kalau hal tersebut tidak terpenuhi, maka seorang pemimpin harus dipertanyakan kembali kelayakannya.
Oleh karena itu, besarnya kekuatan sangat memengaruhi tindakan seorang pemimpin. Berikut adalah lima kekuatan sosial dasar yang membuat seseorang bisa menjadi pemimpin.
1. KEKUATAN KOERSIF (COERSIF POWER)

Foto: Getty Images/Historyextra
Kekuatan yang satu ini termasuk dalam kategori kekuatan formal. Kekuatan ini juga sifatnya cenderung negatif dan gampang disalahgunakan. Pemimpin yang menggunakan ini biasanya punya konsekuensi untuk tidak disukai orang lain.
Dua bentuk dari penggunaan kekuatan ini adalah ancaman dan hukuman. Ketika seorang pemimpin memutuskan untuk menghukum rekan kerjanya dengan pemotongan gaji, ia telah menggunakan kekuatan koersifnya.Salah satu sosok pemimpin yang menonjol dalam menggunakan kekuatan ini adalah Adolf Hitler. Ia tidak segan-segan membantai keturunan Yahudi dan sering kali dalam aksinya memberikan ancaman terhadap warga Jerman lainnya.
Lihat Juga :