Lebih Cepat Menular, Ini 4 Hal Tentang Virus Varian Delta yang Harus Diketahui!
Selasa, 15 Juni 2021 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
3. Lebih menular : Data dari laporan awla menyebutkan, varian Deltan ini lebih menular daripada virus origin penyebab Covid-19 yang asli, SARS-CoV-2. Persentasenya hingga 40 persen loh! Selain itu, ada juga laporan anekdotal yang menyebutkan, virus varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah dan gejala aneh seperti gangren dan gangguan pendengaran. “Sepertinya, varian Delta punya mutasi yang terkait dengan peningkatan penularan yang terlihat pada varian lain juga, dan tampaknya mengungguli versi lain dari SARS-CoV-2,” ujar Amesh Adalja, ahli penyakit menular dan senior di Johns Hopkins University Center for Health Security.
Baca Juga : Virus Corona Baru, Kemenkes: Waspada Super Spreader Varian Delta Covid-19
4. Proteksi vaksin : Sebuah studi dari Public Health England mendapati, dua dosis vaksin Pfizer punya level keefektivitasan 88 persen terhadap penyakit simtomatik dari varian Delta. Sementara untuk vaksin AstraZeneca, dua dosis vaksin ini dikatakan mencapai 60% efektif melawan penyakit simtomatik. Kuncinya adalah dosis lengkap, dua kali suntikan. Jika AstraZeneca dan Pfizer yang diterima hanya satu kali dosis, tingkatnya efektif melawan varian Delta hanya berada di angka 33 persen. Lalu bagaimana dengan vaksin selain Pfizer dan AstraZeneca? Amesh Adalja menegaskan tak perlu khawatir, sebab pada dasarnya semua varian kalah dengan vaksin. “’Vaksin efektif melawan kesakitan parah hingga rawat inap dan kematian, yang penting bagi saya, lebih ke penyakit parah, rawat inap dan kematian. Merujuk hal-hal itu, semua varian pada dasarnya kalah dengan vaksin,” kata Adalja.
Baca Juga : Virus Corona Baru, Kemenkes: Waspada Super Spreader Varian Delta Covid-19
4. Proteksi vaksin : Sebuah studi dari Public Health England mendapati, dua dosis vaksin Pfizer punya level keefektivitasan 88 persen terhadap penyakit simtomatik dari varian Delta. Sementara untuk vaksin AstraZeneca, dua dosis vaksin ini dikatakan mencapai 60% efektif melawan penyakit simtomatik. Kuncinya adalah dosis lengkap, dua kali suntikan. Jika AstraZeneca dan Pfizer yang diterima hanya satu kali dosis, tingkatnya efektif melawan varian Delta hanya berada di angka 33 persen. Lalu bagaimana dengan vaksin selain Pfizer dan AstraZeneca? Amesh Adalja menegaskan tak perlu khawatir, sebab pada dasarnya semua varian kalah dengan vaksin. “’Vaksin efektif melawan kesakitan parah hingga rawat inap dan kematian, yang penting bagi saya, lebih ke penyakit parah, rawat inap dan kematian. Merujuk hal-hal itu, semua varian pada dasarnya kalah dengan vaksin,” kata Adalja.
(wur)
Lihat Juga :