AstraZeneca Gagal Kembangkan Koktail Antibodi Untuk Cegah Covid-19
Rabu, 16 Juni 2021 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
Penelitian ini dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, menunjukkan hasil 23 sukarelawan yang mendapat koktail AZD7442 mengembangkan gejala Covid-19 setelah terpapar penyakit, dibandingkan dengan 17 kasus pada kelompok plasebo.
Dua kali lebih banyak peserta mendapat antibodi, tetapi perbedaan antara kedua kelompok tidak dianggap signifikan secara statistik. Koktail ditoleransi dengan baik oleh para peserta.
Data lain yang diungkap perusahaan adalah semua peserta uji telah terpapar Covid-19 dalam delapan hari terakhir. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa terapi koktail antibodi ini memiliki beberapa efek pencegahan.
"Sukarelawan yang terinfeksi hingga seminggu setelah mengonsumsi antibodi memiliki kemungkinan 51 persen lebih kecil untuk mengembangkan gejala," kata perusahaan itu. Itu naik menjadi 92 persen jika pasien tidak mencatat infeksi sampai lebih dari seminggu setelah injeksi. Semua peserta memiliki tes antibodi negatif ketika diberi dosis untuk mengecualikan infeksi sebelumnya.
"Hasilnya menunjukkan koktail itu mungkin berguna dalam mencegah gejala Covid-19 pada individu yang belum terinfeksi," kata Myron Levin, peneliti utama studi tersebut dan profesor kedokteran di University of Colorado. "Masih ada kebutuhan yang signifikan untuk pencegahan dan ini jadi pilihan pengobatan untuk populasi tertentu," tambahnya.
Dua kali lebih banyak peserta mendapat antibodi, tetapi perbedaan antara kedua kelompok tidak dianggap signifikan secara statistik. Koktail ditoleransi dengan baik oleh para peserta.
Data lain yang diungkap perusahaan adalah semua peserta uji telah terpapar Covid-19 dalam delapan hari terakhir. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa terapi koktail antibodi ini memiliki beberapa efek pencegahan.
"Sukarelawan yang terinfeksi hingga seminggu setelah mengonsumsi antibodi memiliki kemungkinan 51 persen lebih kecil untuk mengembangkan gejala," kata perusahaan itu. Itu naik menjadi 92 persen jika pasien tidak mencatat infeksi sampai lebih dari seminggu setelah injeksi. Semua peserta memiliki tes antibodi negatif ketika diberi dosis untuk mengecualikan infeksi sebelumnya.
"Hasilnya menunjukkan koktail itu mungkin berguna dalam mencegah gejala Covid-19 pada individu yang belum terinfeksi," kata Myron Levin, peneliti utama studi tersebut dan profesor kedokteran di University of Colorado. "Masih ada kebutuhan yang signifikan untuk pencegahan dan ini jadi pilihan pengobatan untuk populasi tertentu," tambahnya.
Lihat Juga :