Wang Di Kuasai Pajajaran, Siliwangi Berusaha Merebut Kembali
Kamis, 17 Juni 2021 - 16:41 WIB
loading...
Kian Santang dan Siliwangi bahu membahu mempertahankan Pajajaran dari kesaktian Wang Di yang jahat dan ingin menguasai Pajajaran. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Serial kolosal Raden Kian Santang Prahara di Langit Pajajaran semakin diminati oleh para pemirsa setia MNCTV, karena setiap episodenya lewat alur ceritanya yang selalu bikin penasaran. Kian Santang dan Siliwangi bahu membahu mempertahankan Pajajaran dari kesaktian Wang Di yang jahat dan ingin menguasai Pajajaran.
Baca juga: Indonesia Diingatkan Potensi Puncak Kembar Covid-19, Apa Maksudnya?
Kisah bermula ketika Siliwangi dan Wang Di saling mempersiapkan pasukan untuk perang besar. Perang besar Siliwangi dengan Wang Di memperebutan kembali Pajajaran.
Perseteruan Wang Di dengan Siliwangi semakin meningkat dengan ancaman pembunuhan Kentring Manik, Permaisuri Siliwangi apabila Siliwangi tidak menyerahkan diri. Namun Amuk Marugul muncul sebagai pahlawan dengan ide pertukaran jasad Putri Nima dengan Kentringmanik.
Para Adipati yang setia dengan Pajajaran mulai berdatangan untuk persiapan peperangan, sementara Wang Di mencari kesatria-kesatria golongan hitam yang kesaktiannya di atas Siliwangi untuk melenyapkan Siliwangi dan keluarganya.
Wang Di mengundang para pendekar musuh Pajajaran, untuk menyambut serangan Siliwangi. Diantaranya Hariwangsa, Menduza dan Badrawuhi. Perang besar kembali terjadi untuk Siliwangi merebut kembali Pajajaran dari tangan Wang Di.
Bagaimana dengan Surawisesa saat Pajajaran sedang genting? Surawisesa yang berada di tubuh Saloka berhasil melarikan diri dari Nyi Rompang dalam kondisi bisu. Ia bertemu dengan Raden Kian Santang dan terjadi salah paham karena Raden Kian Santang mengira kalau dia Saloka bukan Surawisesa.
Baca juga: Indonesia Diingatkan Potensi Puncak Kembar Covid-19, Apa Maksudnya?
Kisah bermula ketika Siliwangi dan Wang Di saling mempersiapkan pasukan untuk perang besar. Perang besar Siliwangi dengan Wang Di memperebutan kembali Pajajaran.
Perseteruan Wang Di dengan Siliwangi semakin meningkat dengan ancaman pembunuhan Kentring Manik, Permaisuri Siliwangi apabila Siliwangi tidak menyerahkan diri. Namun Amuk Marugul muncul sebagai pahlawan dengan ide pertukaran jasad Putri Nima dengan Kentringmanik.
Para Adipati yang setia dengan Pajajaran mulai berdatangan untuk persiapan peperangan, sementara Wang Di mencari kesatria-kesatria golongan hitam yang kesaktiannya di atas Siliwangi untuk melenyapkan Siliwangi dan keluarganya.
Wang Di mengundang para pendekar musuh Pajajaran, untuk menyambut serangan Siliwangi. Diantaranya Hariwangsa, Menduza dan Badrawuhi. Perang besar kembali terjadi untuk Siliwangi merebut kembali Pajajaran dari tangan Wang Di.
Bagaimana dengan Surawisesa saat Pajajaran sedang genting? Surawisesa yang berada di tubuh Saloka berhasil melarikan diri dari Nyi Rompang dalam kondisi bisu. Ia bertemu dengan Raden Kian Santang dan terjadi salah paham karena Raden Kian Santang mengira kalau dia Saloka bukan Surawisesa.
Lihat Juga :