Indonesia Diingatkan Potensi Puncak Kembar Covid-19, Apa Maksudnya?
Kamis, 17 Juni 2021 - 14:41 WIB
loading...
Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman memperingatkan Indonesia akan bahaya serangan potensi puncak kembar. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Varian Covid-19 semakin banyak ditemukan di Indonesia. Kementerian Kesehatan sudah mencatat bahwa 12 provinsi memiliki kasus varian Covid-19, dengan varian Delta yang cukup disorot karena belakangan ini banyak ditemukan di Kudus.
Baca juga: Ada di Lebih dari 80 Negara, Covid-19 Varian Delta Menyebar Sangat Cepat
Tapi, epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman memperingatkan Indonesia akan bahaya serangan potensi puncak kembar. Apa artinya?
"Jadi, saya melihat akan adanya lonjakan kasus dua varian Covid-19 di Indonesia, yaitu varian Alpha dan varian Delta dan keduanya bisa saja muncul dalam waktu yang berdekatan," kata Dicky pada MNC Portal, Kamis (17/6).
Akan tetapi, sambung Dicky, kemunculan pertama kasus akan 'di-lead' varian Alpha (B.1.1.7) yang pertama teridentifikasi di Inggris. "Varian ini akan memuncak di akhir Juni 2021," tegasnya.
Lalu, akan disambung dengan potensi kemunculan varian Delta yang sudah semakin banyak ditemukan di masyarakat. Menurut Dicky, puncak varian Delta akan dimulai dari Juli 2021.
"Kehadiran potensi puncak kembar varian Covid-19 ini bukan semata-mata karena meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus mudik dan arus balik, tetapi akumulasi dari perjalanan setahun pandemi Covid-19 di Indonesia mulai dari libur tahun baru, Pemilu, atau juga momen liburan," papar Dicky.
Baca juga: Ada di Lebih dari 80 Negara, Covid-19 Varian Delta Menyebar Sangat Cepat
Tapi, epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman memperingatkan Indonesia akan bahaya serangan potensi puncak kembar. Apa artinya?
"Jadi, saya melihat akan adanya lonjakan kasus dua varian Covid-19 di Indonesia, yaitu varian Alpha dan varian Delta dan keduanya bisa saja muncul dalam waktu yang berdekatan," kata Dicky pada MNC Portal, Kamis (17/6).
Akan tetapi, sambung Dicky, kemunculan pertama kasus akan 'di-lead' varian Alpha (B.1.1.7) yang pertama teridentifikasi di Inggris. "Varian ini akan memuncak di akhir Juni 2021," tegasnya.
Lalu, akan disambung dengan potensi kemunculan varian Delta yang sudah semakin banyak ditemukan di masyarakat. Menurut Dicky, puncak varian Delta akan dimulai dari Juli 2021.
"Kehadiran potensi puncak kembar varian Covid-19 ini bukan semata-mata karena meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus mudik dan arus balik, tetapi akumulasi dari perjalanan setahun pandemi Covid-19 di Indonesia mulai dari libur tahun baru, Pemilu, atau juga momen liburan," papar Dicky.
Lihat Juga :