Desa Sade, Tujuan Wisata di Lombok yang Unik dan Bernilai Budaya
Selasa, 22 Juni 2021 - 06:26 WIB
loading...
A
A
A

"Di sini juga (kebanyakan) mata pencahariannya petani, tapi hanya setahun sekali (panennya). Lalu perempuan umur 9 tahun di sini harus bisa menenun dulu, baru boleh menikah," lanjut Bobi.
Penerangan desa tersebut juga masih sangat tradisional. Mereka menggunakan lampu minyak dan kerang yang disangga kayu sebagai wadahnya.
Baca Juga: Kemenparekraf Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Ekoturisme di Sinjai
Menariknya lagi, di desa ini masih mengedepankan perkawinan dengan garis keturunan yang sama. Biasanya mereka menikah dengan sepupu. Tak hanya itu, mereka juga menikah dengan tradisi kawin lari. Menurut Bobi, hal tersebut untuk melestarikan tradisi suku Sasak.
"Justru kalau melamar itu melawan adat dan tidak melestarikan tradisi. Kalau laki-laki yang sulung menikah, mereka pergi dan buat kampung lagi. Kalau yang terakhir masih bisa tinggal di desa yang sama," katanya.
(tsa)
Lihat Juga :