Tinggalkan Kerumitan Hidup Melalui Gerakan Hidup Sehat di Perkotaan
Selasa, 22 Juni 2021 - 19:07 WIB
loading...
Penduduk perkotaan menyadari bahwa memperlambat dan memprioritaskan kesehatan tidak hanya dianjurkan, tapi penting untuk kesejahteraan dan produktivitas mereka. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Kawasan Waterloo Sydney telah mengalami lonjakan penjualan dengan harga rata-rata unit saat ini sekarang 66% lebih rendah dari harga rata-rata rumah tapak di Sydney. Hal itu pun mendorong permintaan akan apartemen mewah yang lebih terjangkau dengan fasilitas bergaya resor.
Baca juga: Desa Sade, Tujuan Wisata di Lombok yang Unik dan Bernilai Budaya
Tim penjualan Crown Group juga melihat peningkatan sebesar 200% untuk permintaan dan penjualan dalam 2 bulan terakhir.
Direktur Penjualan Crown Group, Prisca Edwards, mengatakan bahwa mereka tidak terlalu terkejut dengan lonjakan penjualan yang tiba-tiba mengingat pasar hunian di Sydney begitu 'panas' dengan FOMO atau Fear Of Missing Out; ketakutan akan kehabisan stok hunian dan pasokan terbatas juga menjadi pemicu.
"Lonjakan penjualan yang kami alami merupakan cerminan dari kondisi pasar yang umum dalam siklus properti jenis ini dimana rumah tapak di luar jangkauan dan mereka (calon pembeli) tertarik pada banyak manfaat dan keuntungan dari tinggal di apartemen," papar Edwards dalam keterangan resminya, Selasa (22/6).
"Kalau harga rumah tapak naik, otomatis harga unit juga ikut terkerek, tapi bisa saja ada lag. Pasar apartemen saat ini dalam mode mengejar rumah tapak," lanjutnya.
"Intinya adalah, apartemen yang memenuhi lebih banyak persyaratan akan menjadi yang pertama terjual dan fitur tertentu akan lebih menarik bagi pembeli."
Baca juga: Desa Sade, Tujuan Wisata di Lombok yang Unik dan Bernilai Budaya
Tim penjualan Crown Group juga melihat peningkatan sebesar 200% untuk permintaan dan penjualan dalam 2 bulan terakhir.
Direktur Penjualan Crown Group, Prisca Edwards, mengatakan bahwa mereka tidak terlalu terkejut dengan lonjakan penjualan yang tiba-tiba mengingat pasar hunian di Sydney begitu 'panas' dengan FOMO atau Fear Of Missing Out; ketakutan akan kehabisan stok hunian dan pasokan terbatas juga menjadi pemicu.
"Lonjakan penjualan yang kami alami merupakan cerminan dari kondisi pasar yang umum dalam siklus properti jenis ini dimana rumah tapak di luar jangkauan dan mereka (calon pembeli) tertarik pada banyak manfaat dan keuntungan dari tinggal di apartemen," papar Edwards dalam keterangan resminya, Selasa (22/6).
"Kalau harga rumah tapak naik, otomatis harga unit juga ikut terkerek, tapi bisa saja ada lag. Pasar apartemen saat ini dalam mode mengejar rumah tapak," lanjutnya.
"Intinya adalah, apartemen yang memenuhi lebih banyak persyaratan akan menjadi yang pertama terjual dan fitur tertentu akan lebih menarik bagi pembeli."
Lihat Juga :