Sistem Transportasi Tertintegrasi Ciptakan Destinasi Wisata Berkualitas
Kamis, 01 Juli 2021 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Sebanyak Rp21 triliun digelontorkan untuk membangun infrastruktur fisik, memastikan bandara, pelabuhan, jalan untuk kendaraan, hingga jalan untuk pejalan kaki yang nyaman di kawasan wisata itu, agar bisa memberikan pengalaman berwisata yang berkualitas.
Dengan adanya sistem pintar yang mengintegrasikan pariwisata dengan transportasi, tentunya infrastruktur itu dapat lebih banyak bermanfaat untuk pembangunan ekonomi di kawasan wisata. Misalnya dengan langkah menghadirkan layanan transportasi yang ramah lingkungan lewat kendaraan listrik, sehingga bisa memenuhi salah satu nilai yang dikembangkan Kemenparekraf untuk wisata di Indonesia saat ini seperti keberlanjutan untuk lingkungan.
Oleh karena itu, Sandi berharap kolaborasi dengan para pihak yang berkaitan soal sistem transportasi digital untuk mengintegrasikan layanan transportasi dengan pariwisata, dapat terjalin dengan serius sehingga bisa menghadirkan layanan pintar bagi wisatawan yang datang ke destinasi-destinasi wisata di Indonesia.
"Kemenparekraf tidak bisa sendiri, butuh ada kemitraan dengan badan usaha milik swasta, KPBU, itu untuk memberikan dukungan sehingga sistem transportasi itu bisa baik di setiap destinasi wisata di indonesia," ucapnya.
Terkait sistem pintar yang mengintegrasikan layanan transportasi dan wisata, President of ITS Indonesia, William Sabandar menyebutkan, sistem itu harus mampu menjembatani kebutuhan wisatawan. Selain bisa menghitung biaya perjalanan tidak hanya dari akomodasi tempat tinggal, tapi juga merinci biaya transportasi, mengenali jenis kendaraan yang digunakan, hingga mengetahui atraksi yang bisa dinikmati selama berwisata.
Dengan adanya sistem pintar yang mengintegrasikan pariwisata dengan transportasi, tentunya infrastruktur itu dapat lebih banyak bermanfaat untuk pembangunan ekonomi di kawasan wisata. Misalnya dengan langkah menghadirkan layanan transportasi yang ramah lingkungan lewat kendaraan listrik, sehingga bisa memenuhi salah satu nilai yang dikembangkan Kemenparekraf untuk wisata di Indonesia saat ini seperti keberlanjutan untuk lingkungan.
Oleh karena itu, Sandi berharap kolaborasi dengan para pihak yang berkaitan soal sistem transportasi digital untuk mengintegrasikan layanan transportasi dengan pariwisata, dapat terjalin dengan serius sehingga bisa menghadirkan layanan pintar bagi wisatawan yang datang ke destinasi-destinasi wisata di Indonesia.
"Kemenparekraf tidak bisa sendiri, butuh ada kemitraan dengan badan usaha milik swasta, KPBU, itu untuk memberikan dukungan sehingga sistem transportasi itu bisa baik di setiap destinasi wisata di indonesia," ucapnya.
Terkait sistem pintar yang mengintegrasikan layanan transportasi dan wisata, President of ITS Indonesia, William Sabandar menyebutkan, sistem itu harus mampu menjembatani kebutuhan wisatawan. Selain bisa menghitung biaya perjalanan tidak hanya dari akomodasi tempat tinggal, tapi juga merinci biaya transportasi, mengenali jenis kendaraan yang digunakan, hingga mengetahui atraksi yang bisa dinikmati selama berwisata.
Lihat Juga :