Mengapa Pemain EURO 2020 Tetap Curang Meski Ada VAR? Ini Jawabnya Menurut Psikolog
Jum'at, 02 Juli 2021 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Ini Asal-Usul Pengendara Vespa Suka Diberi Hormat Anak Kecil
Nah, pertanyaannya, mengapa para pemain melakukan tindakan irasional yang membuat mereka tersingkir dari lapangan, padahal mereka tahu gerak-gerik mereka terekam kamera?
Bence Nanay, profesor filsafat dari University of California, Berkeley, yang juga profesor peneliti untuk studi psikologi filsafat di University of Antwerp, sekaligus pemegang Hibah European Research Council (ERC) untuk mengintegrasikan filsafat, psikologi, dan ilmu saraf, menyebut ada tiga alasan untuk menjawab pertanyaan di atas. Berikut jawaban yang diberikannya, mengutip dari Psychology Today .
1. TERBIASA MELAKUKANNYA
![Mengapa Pemain EURO 2020 Tetap Curang Meski Ada VAR? Ini Jawabnya Menurut Psikolog]()
Foto: Getty Images
Melakukan kecurangan 'kecil' adalah hal yang lazim dilakukan para pemain. Karena itulah, perilaku ini sudah menjadi kebiasaan mereka selama bertahun-tahun. Jadi, tidak gampang untuk berhenti begitu saja melakukannya.
Para pemain telah terbiasa untuk melakukan dan mengulang insiden pura-pura cedera atau melakukan tindakan kejam menyakiti pemain lawan untuk menyelamatkan gawang timnya.
2. DEMI MENYELAMATKAN HARGA DIRI
![Mengapa Pemain EURO 2020 Tetap Curang Meski Ada VAR? Ini Jawabnya Menurut Psikolog]()
Foto: CNN
Nah, pertanyaannya, mengapa para pemain melakukan tindakan irasional yang membuat mereka tersingkir dari lapangan, padahal mereka tahu gerak-gerik mereka terekam kamera?
Bence Nanay, profesor filsafat dari University of California, Berkeley, yang juga profesor peneliti untuk studi psikologi filsafat di University of Antwerp, sekaligus pemegang Hibah European Research Council (ERC) untuk mengintegrasikan filsafat, psikologi, dan ilmu saraf, menyebut ada tiga alasan untuk menjawab pertanyaan di atas. Berikut jawaban yang diberikannya, mengutip dari Psychology Today .
1. TERBIASA MELAKUKANNYA

Foto: Getty Images
Melakukan kecurangan 'kecil' adalah hal yang lazim dilakukan para pemain. Karena itulah, perilaku ini sudah menjadi kebiasaan mereka selama bertahun-tahun. Jadi, tidak gampang untuk berhenti begitu saja melakukannya.
Para pemain telah terbiasa untuk melakukan dan mengulang insiden pura-pura cedera atau melakukan tindakan kejam menyakiti pemain lawan untuk menyelamatkan gawang timnya.
2. DEMI MENYELAMATKAN HARGA DIRI

Foto: CNN
Lihat Juga :