Pandemi Covid-19 Sebabkan Pandemi Otak, Apa dan Bagaimana Mengatasinya?

Jum'at, 09 Juli 2021 - 11:21 WIB
loading...
Pandemi Covid-19 Sebabkan...
Depresi akibat pandemi Covid-19 bisa menyebabkan munculnya pandemi Otak. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Sudah setahun lebih, pandemi Covid-19 belum juga usai.Di tengah situasi yang tak menentu serta pola hidup yang banyak berubah bahkan bergeser seperti saat ini, tentu sedikit banyak mempengaruhi kondisi psikis yang berdampak pada kinerja otak.

Lalu apakah Anda merasakan bahwa selama pandemi, kinerja otak seringkali menjadi tidak seperti biasanya? Jikalau demikian, bisa jadi anda mengalami apa yang disebut sebagai 'pandemi otak'!

Pandemi otak adalah istilah yang dibuat oleh seorang jurnalis Amerika Serikat yakni Kelli María Korducki, merujuk kepada kondisi yang dialaminya.

Kelli mengaku bahwa semenjak pandemi berlangsung beberapa saat dan tak kunjung usai hingga kini, ia merasa lebih mudah terganggu terhadap suatu hal, menjadi tidak fokus hingga terkadang merasa kewalahan. Sebuah kondisi yang kemungkinan juga banyak dialami oleh manusia di berbagai belahan dunia lainnya.

Keadaan seseorang yang demikian ternyata merupakan salah satu dampak dari adanya pandemi covid-19, dan telah dibuktikan melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli saraf dan psikologi.Stress berkepanjangan akibat situasi yang tak menentu ternyata berdampak pada fungsi kognitif seseorang.

Keadaan tersebut memicu terbunuhnya sel-sel otak manusia dan membuat prefrontal cortex, bagian otak yang berfungsi terhadap memori, fokus serta daya ingat dan belajar seseorang menjadi mengecil.

Mike Yasa, seorang peneliti dari Pusat Neurobiologi Universitas California menyatakan bahwa stress kronis yang muncul selama pandemi adalah gabungan dari adanya ancaman virus, disrupsi yang terjadi di banyak lini kehidupan, hingga rutinitas dan ritme kehidupan yang berubah-ubah.

Selain itu, keadaan manusia yang menjadi lebih terisolasi dari lingkungan sosial nya juga turut mempengaruhi bagian otak individu yang terkait dengan kontrol emosi seseorang seperti amigdala dan bagian otak lainnya.

Baca Juga : Wajib Tahu, Hanya Remdesivir dan Favipiravir yang Disetujui Sebagai Obat Darurat Covid-19

"Kami telah melihat perubahan volume di daerah temporal, frontal, oksipital dan subkortikal otak, amigdala, dan hipokampus pada orang yang terisolasi secara sosial", ujar Barbara Sahakian, seorang Profesor saraf & psikologi klinis dari Cambridge University.

Terlepas dari situasi yang mengkhawatirkan tersebut, peneliti mengungkapkan bahwa manusia dapat mengatasi 'pandemi otak' dengan melakukan beberapa aktivitas berikut ini :

1. Olahraga

Tidak hanya berfungsi untuk menjaga serta meningkatkan imunitas tubuh saja, olahraga ternyata berfungsi untuk melatih serta meningkatkan kinerja otak. Selain itu, olahraga dinilai mampu memulihkan kondisi otak seseorang.

2. Mendengarkan Musik

Penelitian membuktikan bahwa mendengarkan musik mampu menurunkan kadar hormon kortisol, zat yang juga dikenal sebagai hormon stress, pada tubuh seseorang.

Cobalah untuk rutin mendengarkan musik yang anda sukai agar terhindar dari stress kronis yang dapat menyebabkan pandemi otak.

Baca Juga : Menko Airlangga: RI–Australia Tingkatkan Upaya Atasi Tantangan Ekonomi Dampak Covid-19

3. Meditasi

Olahraga seperti Yoga yang juga berfungsi sebagai meditasi sangat direkomendasikan oleh para ahli untuk dilakukan oleh seseorang di masa pandemi ini.

Dengan melakukan meditasi, manusia diharapkan menjadi lebih tenang dan mampu mengontrol stress pada dirinya yang mana hal tersebut juga berdampak terhadap meningkatnya fungsi memori otak.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Jangan Tunggu Sirosis,...
Jangan Tunggu Sirosis, Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Hati Sejak Dini
3 Gerakan Sederhana...
3 Gerakan Sederhana agar Tubuh Lebih Segar dan Tidak Kaku saat Bangun Tidur
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Toyota Fortuner Generasi...
Toyota Fortuner Generasi Terbaru Resmi Diperkenalkan, Ini Tampangnya
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Berita Terkini
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved