Tingkatkan Kesadaran Pemenuhan Gizi Ibu Hamil Melalui Aplikasi Kimo
Selasa, 13 Juli 2021 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai organisasi nirlaba yang memiliki perhatian untuk membantu program perbaikan gizi masyarakat, GAIN berharap uji coba aplikasi ini dapat bermanfaat untuk membantu memberikan informasi, memicu perubahan perilaku ibu hamil untuk memperhatikan diri sendiri selama kehamilan, serta mengonsumsi makanan bergizi.
Data dari WHO menunjukkan bahwa, di Indonesia, sebanyak 177 orang ibu mengalami risiko kematian dari 100.000 kelahiran pada tahun 2017. Sementara pada tahun 2015, sebanyak 13,2 persen bayi dilahirkan dalam keadaan meninggal pada tiap 1.000 kelahiran.
Data yang sama menyebutkan bahwa pada 2018, 12,7 persen dari 1.000 bayi yang lahir meninggal dalam masa neonatus atau neonatal. Adapun angka kematian balita pada tahun 2018 tercatat sebesar 25 persen per 1.000 kelahiran.
Angka risiko kematian tersebut dapat ditekan jika para calon ibu tidak alpa memperhatikan asupan gizi dan pola hidup sehat selama masa kehamilan. Aplikasi Kimo turut hadir untuk membantu menyukseskan upaya para calon ibu untuk tetap menjaga asupannya melalui petunjuk dari sang pendamping maya: Kimo, yang berada dalam genggaman, siap untuk memberikan informasi terkini tentang gizi. Bahkan, kebiasaan konsultasi atau interaksi tatap muka yang kini terhalang oleh pandemi dapat teratasi lewat gim interaktif Kimo.
Acting Country Representative dari GAIN di Indonesia, dr. Agnes Mallipu mengatakan, masa kehamilan sampai dengan anak berusia dua tahun merupakan periode yang sangat membutuhkan perhatian khusus dalam rangka tumbuh kembang anak. Sayangnya, masih banyak calon ibu yang kurang menyadari hal tersebut.
"Banyak yang tidak menyadari bahwa masa kehamilan sampai dengan anak berusia dua tahun atau 1.000 hari pertama kehidupan adalah periode yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Program kerja sama GAIN dengan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan status gizi masyarakat yang dilaksanakan sejak tahun 2017 ini, di antaranya adalah program perbaikan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan," kata dr. Agnes Mallipu dalam keterangan tertulis. Senin (12/7).
Data dari WHO menunjukkan bahwa, di Indonesia, sebanyak 177 orang ibu mengalami risiko kematian dari 100.000 kelahiran pada tahun 2017. Sementara pada tahun 2015, sebanyak 13,2 persen bayi dilahirkan dalam keadaan meninggal pada tiap 1.000 kelahiran.
Data yang sama menyebutkan bahwa pada 2018, 12,7 persen dari 1.000 bayi yang lahir meninggal dalam masa neonatus atau neonatal. Adapun angka kematian balita pada tahun 2018 tercatat sebesar 25 persen per 1.000 kelahiran.
Angka risiko kematian tersebut dapat ditekan jika para calon ibu tidak alpa memperhatikan asupan gizi dan pola hidup sehat selama masa kehamilan. Aplikasi Kimo turut hadir untuk membantu menyukseskan upaya para calon ibu untuk tetap menjaga asupannya melalui petunjuk dari sang pendamping maya: Kimo, yang berada dalam genggaman, siap untuk memberikan informasi terkini tentang gizi. Bahkan, kebiasaan konsultasi atau interaksi tatap muka yang kini terhalang oleh pandemi dapat teratasi lewat gim interaktif Kimo.
Acting Country Representative dari GAIN di Indonesia, dr. Agnes Mallipu mengatakan, masa kehamilan sampai dengan anak berusia dua tahun merupakan periode yang sangat membutuhkan perhatian khusus dalam rangka tumbuh kembang anak. Sayangnya, masih banyak calon ibu yang kurang menyadari hal tersebut.
"Banyak yang tidak menyadari bahwa masa kehamilan sampai dengan anak berusia dua tahun atau 1.000 hari pertama kehidupan adalah periode yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Program kerja sama GAIN dengan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan status gizi masyarakat yang dilaksanakan sejak tahun 2017 ini, di antaranya adalah program perbaikan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan," kata dr. Agnes Mallipu dalam keterangan tertulis. Senin (12/7).
Lihat Juga :