Ini Tips Ahok dan Keluarga Sembuh dari Covid-19, Salah Satunya dengan Berpikir Positif
Kamis, 15 Juli 2021 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Dua hari berselang, mama Ahok pun dinyatakan positif Covid-19, termasuk juga mertua laki-lakinya. Saat tahu mamanya juga kena Covid-19 , Ahok semakin was-was. Pikiran negatifnya semakin tertimbun dan tubuhnya semakin drop sampai dirinya memerlukan bantuan oksigen.
"Itu benar, saya sesak sekali karena banyak pikiran. Saya memerlukan oksigen karena saturasi saya rendah dan CT saya semakin rendah," ceritanya.
Di tengah kepanikan itu, sang mama sempat berbicara pada Ahok. "Saya sudah tua, kamu enggak usah mikirin saya, yang penting kamu hidup, kamu enggak usah stres, kalau saya selesai, ya sudah, yang penting kamu enggak boleh," kata mama Ahok diceritakan ulang Ahok.
Mendengar perkataan itu, Ahok yang sebelumnya kesal, marah, mumet dengan banyak pikiran, mulai sadar bahwa apa yang terjadi saat ini membuatnya semakin lemah. Padahal, mamanya saja bisa mengatakan seperti itu.
Langsung Ahok memutar pikirannya untuk membuang semua pikiran negatif, termasuk membatasi informasi yang masuk melalui WhatsApp grup yang kadang malah membuatnya panik.
Perlahan-lahan kondisinya membaik. Sang istri juga dimintanya untuk tenang, jangan menyalahkan diri sendiri karena itu memengaruhi kesehatan dirinya dan janin yang dikandung.
Setelah mulai mengendalikan pikiran, Ahok pun perlahan membaik. "Suster ada bilang ke saya, jarang sekali pak ada pasien Covid-19 dalam 3 hari CT Value-nya naik 10 lebih, jarang sekali," kata Ahok sumringah.
Mendengar hal tersebut Ahok semakin yakin bahwa dirinya benar-benar tidak boleh stres, tidak boleh panik, dan membuang semua pikiran negatif. Hal itu juga yang dia percayai secara keyakinan, bahwa Tuhan meminta umat-Nya untuk tetap bersukacita dalam keadaan apapun.
"Itu benar, saya sesak sekali karena banyak pikiran. Saya memerlukan oksigen karena saturasi saya rendah dan CT saya semakin rendah," ceritanya.
Di tengah kepanikan itu, sang mama sempat berbicara pada Ahok. "Saya sudah tua, kamu enggak usah mikirin saya, yang penting kamu hidup, kamu enggak usah stres, kalau saya selesai, ya sudah, yang penting kamu enggak boleh," kata mama Ahok diceritakan ulang Ahok.
Mendengar perkataan itu, Ahok yang sebelumnya kesal, marah, mumet dengan banyak pikiran, mulai sadar bahwa apa yang terjadi saat ini membuatnya semakin lemah. Padahal, mamanya saja bisa mengatakan seperti itu.
Langsung Ahok memutar pikirannya untuk membuang semua pikiran negatif, termasuk membatasi informasi yang masuk melalui WhatsApp grup yang kadang malah membuatnya panik.
Perlahan-lahan kondisinya membaik. Sang istri juga dimintanya untuk tenang, jangan menyalahkan diri sendiri karena itu memengaruhi kesehatan dirinya dan janin yang dikandung.
Setelah mulai mengendalikan pikiran, Ahok pun perlahan membaik. "Suster ada bilang ke saya, jarang sekali pak ada pasien Covid-19 dalam 3 hari CT Value-nya naik 10 lebih, jarang sekali," kata Ahok sumringah.
Mendengar hal tersebut Ahok semakin yakin bahwa dirinya benar-benar tidak boleh stres, tidak boleh panik, dan membuang semua pikiran negatif. Hal itu juga yang dia percayai secara keyakinan, bahwa Tuhan meminta umat-Nya untuk tetap bersukacita dalam keadaan apapun.
Lihat Juga :