Kenapa Orang Obesitas Berisiko Tinggi Terinfeksi Covid-19? Ini Penjelasannya!
Senin, 19 Juli 2021 - 12:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Duh! Setahun Lebih Pandemi, Masih Ada Masyarakat yang Tak Tahu Soal Covid-19
"Pola makan yang buruk mengubah komposisi mikrobioma usus, mendorong produksi racun mikroba termasuk lipopolisakarida (LPS). Obesitas dapat meningkatkan permeabilitas usus terhadap racun tersebut yang juga dikenal sebagai kebocoran usus dan ini memungkinkan pelepasan ke dalam darah," terang laporan tersebut.
Salah satu menu makan yang dianggap dapat memerangi penyakit adalah diet Mediterania yang kaya akan buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, ikan, dan lemak sehat. Diet tipe ini dianggap memberi orang sejumlah senyawa pelindung, termasuk omega-3 dan polifenol atau senyawa nabati dengan sifat antioksidan.
Greenberg sendiri menjelaskan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah suplemen termasuk minyak ikan, serat, prebiotik, dan probiotik dapat bekerja untuk mengurangi peradangan, meningkatkan kekebalan, dan memulihkan kondisi kronis yang terkait dengan obesitas, seperti diabetes.
"Dari semua ini, gangguan fungsi kekebalan hanyalah satu dari banyak faktor risiko infeksi Covid-19. Diabetes tipe 2 yang sering menyerang obesitas juga mempersulit penyembuhan Covid-19. Diet sehat, manajemen berat badan, dan olahraga terbukti membantu memperkuat tubuh dan itu bahkah penting selama pandemi," tutup laporan ini.
"Pola makan yang buruk mengubah komposisi mikrobioma usus, mendorong produksi racun mikroba termasuk lipopolisakarida (LPS). Obesitas dapat meningkatkan permeabilitas usus terhadap racun tersebut yang juga dikenal sebagai kebocoran usus dan ini memungkinkan pelepasan ke dalam darah," terang laporan tersebut.
Salah satu menu makan yang dianggap dapat memerangi penyakit adalah diet Mediterania yang kaya akan buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, ikan, dan lemak sehat. Diet tipe ini dianggap memberi orang sejumlah senyawa pelindung, termasuk omega-3 dan polifenol atau senyawa nabati dengan sifat antioksidan.
Greenberg sendiri menjelaskan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah suplemen termasuk minyak ikan, serat, prebiotik, dan probiotik dapat bekerja untuk mengurangi peradangan, meningkatkan kekebalan, dan memulihkan kondisi kronis yang terkait dengan obesitas, seperti diabetes.
"Dari semua ini, gangguan fungsi kekebalan hanyalah satu dari banyak faktor risiko infeksi Covid-19. Diabetes tipe 2 yang sering menyerang obesitas juga mempersulit penyembuhan Covid-19. Diet sehat, manajemen berat badan, dan olahraga terbukti membantu memperkuat tubuh dan itu bahkah penting selama pandemi," tutup laporan ini.
(wur)
Lihat Juga :