Masyarakat Kini Bisa Buat Janji Rapid Test dan Tes PCR lewat Halodoc
Senin, 20 April 2020 - 23:24 WIB
loading...
Ilustrasi. / Foto: Live Science
A
A
A
JAKARTA - Guna membantu upaya pemerintah dalam memperluas pelaksanaan tes masif Covid-19, Halodoc bekerjasama dengan sejumlah rumah sakit dalam penyediaan tes cepat (rapid test) dan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) atau yang lebih dikenal dengan swab test Covid-19. Melalui kolaborasi ini, masyarakat umum bisa dengan mudah memesan paket layanan kesehatan dan tes Covid-19 secara online melalui aplikasi Halodoc mulai 20 April 2020.
Saat ini, kerja sama tersebut telah dijalin dengan lebih dari 20 rumah sakit yang tersebar di Jabodetabek hingga Karawang, di antaranya Rumah Sakit Mitra Keluarga, Rumah Sakit St. Carolus, RS Mayapada, RS Primaya, dan Rumah Sakit Bina Husada Cibinong. Perluasan tes Covid-19 secara masif berperan penting terhadap upaya percepatan penanganan Covid-19. Sehingga, jumlah pengidap Covid-19 dapat segera terpetakan dan selanjutnya diisolasi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Hal ini turut disampaikan Ketua Tim Pengawas Penanggulangan Bencana DPR RI dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Covid-19 pada 16 April 2020. Sebagai mitra resmi pemerintah dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19, Halodoc percaya kolaborasi sinergis antara Halodoc, pemerintah, dan sejumlah rumah sakit swasta ini mampu menekan penyebaran Covid-19 di berbagai daerah.
"Saat ini, kami melihat semakin banyak masyarakat yang peduli dengan kondisi kesehatan dan melakukan telekonsultasi secara mandiri di platform kami. Untuk merespons kebutuhan tersebut, Halodoc menghubungkan masyarakat dengan sejumlah rumah sakit yang menyediakan beragam paket layanan kesehatan yang bisa dipilih masyarakat sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatannya masing-masing, seperti layanan cek lab, buat janji dengan dokter RS hingga rapid test dan tes PCR untuk mendeteksi Covid-19," kata CEO Halodoc, Jonathan Sudharta dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (20/4).
Lebih lanjut, PCR atau yang lebih dikenal dengan swab test dilakukan dengan mengambil cairan tubuh yang paling banyak mengandung virus, seperti melalui hidung, tenggorokan, dan dahak. Sementara itu, rapid test dilakukan dengan menggunakan sampel darah dan berbasis deteksi antibodi. Kedua metode ini merupakan langkah pertama untuk surveilans epidemiologi (kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penularan penyakit) sebelum penelusuran kontak kepada masyarakat yang kemungkinan terpapar Covid-19.
Saat ini, kerja sama tersebut telah dijalin dengan lebih dari 20 rumah sakit yang tersebar di Jabodetabek hingga Karawang, di antaranya Rumah Sakit Mitra Keluarga, Rumah Sakit St. Carolus, RS Mayapada, RS Primaya, dan Rumah Sakit Bina Husada Cibinong. Perluasan tes Covid-19 secara masif berperan penting terhadap upaya percepatan penanganan Covid-19. Sehingga, jumlah pengidap Covid-19 dapat segera terpetakan dan selanjutnya diisolasi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Hal ini turut disampaikan Ketua Tim Pengawas Penanggulangan Bencana DPR RI dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Covid-19 pada 16 April 2020. Sebagai mitra resmi pemerintah dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19, Halodoc percaya kolaborasi sinergis antara Halodoc, pemerintah, dan sejumlah rumah sakit swasta ini mampu menekan penyebaran Covid-19 di berbagai daerah.
"Saat ini, kami melihat semakin banyak masyarakat yang peduli dengan kondisi kesehatan dan melakukan telekonsultasi secara mandiri di platform kami. Untuk merespons kebutuhan tersebut, Halodoc menghubungkan masyarakat dengan sejumlah rumah sakit yang menyediakan beragam paket layanan kesehatan yang bisa dipilih masyarakat sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatannya masing-masing, seperti layanan cek lab, buat janji dengan dokter RS hingga rapid test dan tes PCR untuk mendeteksi Covid-19," kata CEO Halodoc, Jonathan Sudharta dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (20/4).
Lebih lanjut, PCR atau yang lebih dikenal dengan swab test dilakukan dengan mengambil cairan tubuh yang paling banyak mengandung virus, seperti melalui hidung, tenggorokan, dan dahak. Sementara itu, rapid test dilakukan dengan menggunakan sampel darah dan berbasis deteksi antibodi. Kedua metode ini merupakan langkah pertama untuk surveilans epidemiologi (kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penularan penyakit) sebelum penelusuran kontak kepada masyarakat yang kemungkinan terpapar Covid-19.
Lihat Juga :