Jessica Tanoesoedibjo Ajak Masyarakat Memahami Kecerdasan Digital

loading...
Jessica Tanoesoedibjo Ajak Masyarakat Memahami Kecerdasan Digital
Jessica Tanoesoedibjo Ajak Masyarakat Memahami Kecerdasan Digital. Foto/Streemit.
JAKARTA - Ketua MNC Peduli Jessica Tanoesoedibjo mengatakan, pentingnya memahami kecerdasan digital di era internet saat ini. Karena jika tidak, seseorang akan dengan mudah tertipu dengan hoaks , terjebak hutang di internet, dan masih banyak lagi.

"Kecerdasan digital menjadi sangat mendasar untuk dipahami setiap anak maupun orang dewasa. Ini merupakan bagian dari literasi skill karena berbeda dari era sebelumnya," kata Jessica pada webinar ISLTF Education Festival 2021, Jumat (23/7).

"Sebaliknya, permasalahan ketidakcerdasan digital dapat mengakibatkan seseorang mudah membagikan berita hoaks karena tidak mengecek terlebih dahulu apakah informasi tersebut valid atau tidak," sambungnya.

Terlebih kasus cyber crime yang marak terjadi belakangan ini. Seperti banyaknya perusahaan pinjaman online yang menawarkan pinjaman dengan syarat mudah, tetapi sebenarnya bunganya tinggi.



"Banyak juga dari mereka yang tertipu dengan pinjol yang menawarkan pinjaman secara cepat, tetapi sebenarnya mereka belum terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," tutur Jessica.

Baca Juga : 3 Langkah Turunkan Angka Kasus Covid-19 di Indonesia, Apa Saja?

Adapun kecerdasan digital terdiri dari tiga aspek. Aspek pertama yakni mencari dan mengonsumsi konten digital. Ini bisa dilakukan secara aktif maupun pasif, serta dapat dilakukan di berbagai macam platform media.

Selanjutnya adalah menciptakan konten digital. Yakni, setiap orang dapat menciptakan konten digital. Hanya saja mereka memilih untuk menyimpannya secara pribadi, atau ingin dipublikasikan seperti di share melalui email atau media sosial.

Terakhir, adalah mengomunikasikan dan membagikan konten tersebut. Ini dapat dikomunikasikan ke orang banyak. Prosesnya pun hanya semudah memencet tombol bagikan atau meneruskan sebuah pesan.

Sementara itu, pengguna internet telah meningkat pesat di beberapa tahun terakhir. Pada 2020, persentase siswa (usia 5-24 tahun) memiliki akses internet yang meningkat di angka 59.3%.

Dibanding dengan 4 tahun sebelumnya, anak-anak yang mengakses internet hanya 33.98%. Kenaikan 25.35% merupakan angka yang cukup tinggi untuk usia tersebut dalam mengakses internet.



Baca Juga : Raffi Ahmad Bantu Orang Terdampak Pandemi Covid-19, Turun ke Jalan Bagikan Uang

Sedangkan untuk orang berusia 16-64 tahun di Indonesia, rata-rata mereka menghabiskan 7 jam 52 menit per hari untuk mengakses internet. Menurut Statistic Indonesia, durasi masyarakat Indonesia mengakses internet lebih tinggi dari orang-orang dunia yang menghabiskan 6 jam 54 menit dalam sehari untuk berselancar di dunia maya.
(dra)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top