Cegah Penyebaran Covid-19 dengan Menggunakan Kloset Secara Higienis
Selasa, 21 April 2020 - 05:38 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, yang harus dilakukan setelah menggunakan kamar mandi adalah mencuci tangan yang bersih minimal selama 20 detik dengan semua bagian tangan menyeluruh, karena hal tersebut akan dapat menekan penyebaran bakteri, termasuk Covid-19 yang tengah mewabah ini.
Lebih jauh, dr. Weka mengatakan, perilaku penggunaan kloset secara higienis sangat perlu dilakukan. "Pasalnya, penularan yang menyebabkan sakit perut, diare, mual, muntah biasanya melalui mulut. Tangan yang tercemar feses sering tidak sengaja digunakan orang untuk makan dan minum bahkan digigit-gigit (jari). Kebiasaan tersebut harus segera dihentikan," paparnya.
"Edukasi dan sosialisasi program Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) pada dasarnya sudah kerap disampaikan dan dilakukan pemerintah lewat Kementerian Kesehatan baik berupa layanan masyarakat maupun poster dan flyers yang disebarkan ke sekolah-sekolah dan juga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)," jelas dr. Weka.
Hal senada juga disampaikan Ketua Asosiasi Toilet Indonesia (ATI), Naning Adiwoso. Menurutnya, perilaku bersih dalam menggunakan toilet sangat penting untuk mencegah menyebarnya berbagai macam virus penyakit, termasuk Covid-19. "Sudah seharusnya kita mulai mendidik masyarakat dan memperbaiki sanitasi toilet umum guna menciptakan perilaku bersih," ujar Naning.
Dirinya pun mengkritik penggunaan hand tissue di toilet karena tidak ramah lingkungan. Apalagi, kertas saat ini menjadi langka akibat hutan terbakar dan longsor. Naning mendorong orang Indonesia untuk menciptakan toilet yang bersih, kering dan higienis dengan rutin membersihkan dan menggunakan air secukupnya. Contoh toilet umum yang menurutnya sudah baik fasilitasnya dan higienis, telah dilakukan pihak PT Angkasa Pura I dan II.
Kenapa Kloset Duduk Lebih Higienis ketimbang Kloset Jongkok?
Lebih jauh, dr. Weka mengatakan, perilaku penggunaan kloset secara higienis sangat perlu dilakukan. "Pasalnya, penularan yang menyebabkan sakit perut, diare, mual, muntah biasanya melalui mulut. Tangan yang tercemar feses sering tidak sengaja digunakan orang untuk makan dan minum bahkan digigit-gigit (jari). Kebiasaan tersebut harus segera dihentikan," paparnya.
"Edukasi dan sosialisasi program Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) pada dasarnya sudah kerap disampaikan dan dilakukan pemerintah lewat Kementerian Kesehatan baik berupa layanan masyarakat maupun poster dan flyers yang disebarkan ke sekolah-sekolah dan juga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)," jelas dr. Weka.
Hal senada juga disampaikan Ketua Asosiasi Toilet Indonesia (ATI), Naning Adiwoso. Menurutnya, perilaku bersih dalam menggunakan toilet sangat penting untuk mencegah menyebarnya berbagai macam virus penyakit, termasuk Covid-19. "Sudah seharusnya kita mulai mendidik masyarakat dan memperbaiki sanitasi toilet umum guna menciptakan perilaku bersih," ujar Naning.
Dirinya pun mengkritik penggunaan hand tissue di toilet karena tidak ramah lingkungan. Apalagi, kertas saat ini menjadi langka akibat hutan terbakar dan longsor. Naning mendorong orang Indonesia untuk menciptakan toilet yang bersih, kering dan higienis dengan rutin membersihkan dan menggunakan air secukupnya. Contoh toilet umum yang menurutnya sudah baik fasilitasnya dan higienis, telah dilakukan pihak PT Angkasa Pura I dan II.
Kenapa Kloset Duduk Lebih Higienis ketimbang Kloset Jongkok?
Lihat Juga :