Rayakan Hari Jadi, SIF Selenggarakan Konferensi Diplomasi Publik
Jum'at, 30 Juli 2021 - 05:58 WIB
loading...
A
A
A
Diplomasi publik telah dipelajari secara komprehensif di wilayah barat tetapi tidak secara luas di Asia. Konferensi ini akan mengkaji bagaimana negara-negara Asia, baik pelaku pemerintahan maupun non-pemerintahan, melibatkan publik global untuk memperkuat rasa saling pengertian dan menumbuhkan kepercayaan antara negara dan warganya, berkontribusi pada studi budaya, serta pengembangan dan diplomasi digital. Konferensi ini juga akan menyoroti peran pemuda, bisnis, dan kota yang berkembang dalam hubungan internasional.
"Diplomasi publik atau people diplomacy adalah masa depan hubungan internasional sebab saat ini dunia sudah saling terhubung. Semakin banyak individu, akademisi, pelaku bisnis, dan masyarakat sipil memulai percakapan dan mengambil tindakan atas isu-isu yang terjadi di dunia, di mana perubahan terjadi dengan cepat dan isu tersebut mungkin saja masih luput dari perhatian pemerintah," ucap Executive Director SIF, Jean Tan seperti dalam keterangan tertulis, Kamis (29/7).
Director of the USC Center on Public Diplomacy and Associate Professor di USC Annenberg School of Communication and Journalism, Dr Jian (Jay) Wang menuturkan bahwa SIF telah menghabiskan 30 tahun terakhir untuk membangun hubungan antar-masyarakat dan dampak sosial melalui program-program yang bergerak di bidang kebudayaan, pengembangan, dan diplomasi digital.
Dalam Konferensi ini, publik juga akan menyaksikan peluncuran Winning Hearts and Minds: Public Diplomacy in ASEAN –kompilasi diplomasi publik pertama di Asia Tenggara. Dalam buku tersebut, penulis dari sepuluh negara ASEAN memberikan perspektif mereka tentang pendekatan negara mereka terhadap diplomasi publik, bagaimana hal itu telah berkembang selama bertahun-tahun dan aspirasi mereka untuk masa depan.
"Meskipun diplomasi publik memainkan peran penting dalam membentuk perdamaian, terdapat literatur dan penelitian yang terbatas tentang bagaimana hal tersebut dipraktikkan di Asia. Melalui Winning Hearts and Minds: Public Diplomacy in ASEAN, kami berusaha menjelaskan praktik dan kontribusi Asia dalam diplomasi publik, yang dipengaruhi oleh konteks budaya dan geopolitik yang unik di kawasan ini," papar Director, Strategic Management SIF, Mr Reuben Kwan yang mengawasi publikasi tersebut.
"Diplomasi publik atau people diplomacy adalah masa depan hubungan internasional sebab saat ini dunia sudah saling terhubung. Semakin banyak individu, akademisi, pelaku bisnis, dan masyarakat sipil memulai percakapan dan mengambil tindakan atas isu-isu yang terjadi di dunia, di mana perubahan terjadi dengan cepat dan isu tersebut mungkin saja masih luput dari perhatian pemerintah," ucap Executive Director SIF, Jean Tan seperti dalam keterangan tertulis, Kamis (29/7).
Director of the USC Center on Public Diplomacy and Associate Professor di USC Annenberg School of Communication and Journalism, Dr Jian (Jay) Wang menuturkan bahwa SIF telah menghabiskan 30 tahun terakhir untuk membangun hubungan antar-masyarakat dan dampak sosial melalui program-program yang bergerak di bidang kebudayaan, pengembangan, dan diplomasi digital.
Dalam Konferensi ini, publik juga akan menyaksikan peluncuran Winning Hearts and Minds: Public Diplomacy in ASEAN –kompilasi diplomasi publik pertama di Asia Tenggara. Dalam buku tersebut, penulis dari sepuluh negara ASEAN memberikan perspektif mereka tentang pendekatan negara mereka terhadap diplomasi publik, bagaimana hal itu telah berkembang selama bertahun-tahun dan aspirasi mereka untuk masa depan.
"Meskipun diplomasi publik memainkan peran penting dalam membentuk perdamaian, terdapat literatur dan penelitian yang terbatas tentang bagaimana hal tersebut dipraktikkan di Asia. Melalui Winning Hearts and Minds: Public Diplomacy in ASEAN, kami berusaha menjelaskan praktik dan kontribusi Asia dalam diplomasi publik, yang dipengaruhi oleh konteks budaya dan geopolitik yang unik di kawasan ini," papar Director, Strategic Management SIF, Mr Reuben Kwan yang mengawasi publikasi tersebut.
Lihat Juga :