Studi: Sudah Divaksinasi 2 Dosis, Risiko Terinfeksi Varian Delta Berkurang hingga 60%
Kamis, 05 Agustus 2021 - 04:24 WIB
loading...
Foto Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Selain disiplin menjalani protokol kesehatan, vaksinasi menjadi salah satu cara utama untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Inilah kenapa, vaksinasi Covid-19 sangat penting agar bisa sesegera mungkin mencapai herd immunity.
Terkait dengan manfaat vaksin dan peluang resiko infeksi Covid-19, studi besar prevalensi virus terbaru dari Inggris menyiarkan temuan teranyarnya. Mengutip Reuters, Rabu (4/8), disebutkan bahwa orang-orang yang sudah full vaksin atau dua dosis lengkap, berkurang risiko terinfeksi Covid-19 dari varian virus delta sebesar 50%-60% (termasuk pada orang-orang yang tidak bergejala).
Baca Juga: 21 Juta Lebih Penduduk Indonesia Sudah Terima Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap
Para peneliti dari Imperial College London mengatakan, orang yang diketahui sudah menerima dua dosis vaksin hanya memiliki kemungkinan setengah untuk positif Covid-19, menyesuaikan dengan faktor lain. Contohnya usia hingga faktor apakah orang yang dites memiliki gejala atau tidak.
Menurut penelitian, berfokus pada kelompok orang yang bergejala, efektivitas vaksin meningkat menjadi sekitar 59%. Disebutkan ahli epidemiologi Imperial Paul Elliot sebagai pemimpin penelitian tersebut, studi penelitian Imperial ini dirancang untuk melihat hasil pada lebih banyak orang.
Terkait dengan manfaat vaksin dan peluang resiko infeksi Covid-19, studi besar prevalensi virus terbaru dari Inggris menyiarkan temuan teranyarnya. Mengutip Reuters, Rabu (4/8), disebutkan bahwa orang-orang yang sudah full vaksin atau dua dosis lengkap, berkurang risiko terinfeksi Covid-19 dari varian virus delta sebesar 50%-60% (termasuk pada orang-orang yang tidak bergejala).
Baca Juga: 21 Juta Lebih Penduduk Indonesia Sudah Terima Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap
Para peneliti dari Imperial College London mengatakan, orang yang diketahui sudah menerima dua dosis vaksin hanya memiliki kemungkinan setengah untuk positif Covid-19, menyesuaikan dengan faktor lain. Contohnya usia hingga faktor apakah orang yang dites memiliki gejala atau tidak.
Menurut penelitian, berfokus pada kelompok orang yang bergejala, efektivitas vaksin meningkat menjadi sekitar 59%. Disebutkan ahli epidemiologi Imperial Paul Elliot sebagai pemimpin penelitian tersebut, studi penelitian Imperial ini dirancang untuk melihat hasil pada lebih banyak orang.
Lihat Juga :