ASKfm Klaim Cegah 69 Kasus Ancaman pada Pengguna, termasuk Ekstremisme
Senin, 09 Agustus 2021 - 20:21 WIB
loading...
ASKfm membekali platformnya dengan sistem yang membuat pengguna tak terkontaminasi ujaran kebencian dan ekstremisme. Foto/ASKfm
A
A
A
JAKARTA - Dalam laporan transparansi tahunannya, platform jejaring sosial ASKfm membagikan data moderasi kerja sama timnya pada 2020 dengan pengguna mereka.
Dari hasil moderasi, ASKfm mencatat ada 45% lebih banyak laporan pertanyaan dan jawaban per pengguna aktif harian pada 2020. Jika dibandingkan dengan 2019, angka pertumbuhan ini melejit sebesar 240%. Hal ini terjadi berkat otomatisasi proses moderasi.
Mengutip siaran pers, ASKfm membekali aplikasi mereka dengan sistem templating yang sanggup mengenali tautan web, kata, dan ekspresi. Jadi kalau ada informasi yang menyinggung atau mencurigakan alias konten negatif, maka konten tersebut akan diblokir dan tidak akan dipublikasikan di ASKfm.
Pada 2020, ASKfm mengklaim telah menambahkan 33.734 data log terkait program antikekerasan ke sistem mereka. Mereka juga menambahkan pola variasi baru ke sistem untuk mencegah hal itu muncul kembali.
“Kami juga membuat template khusus untuk mengidentifikasi konten tekstual yang bisa menimbulkan ancaman bagi pengguna kami. Berkat pola ini, hampir satu juta pesan dengan penghinaan dan bahasa negatif telah dihapus tanpa mencapai platform,” ujar pihak ASKfm.
Baca Juga: 9 Istilah dalam Feminisme yang Perlu Kamu Tahu
![ASKfm Klaim Cegah 69 Kasus Ancaman pada Pengguna, termasuk Ekstremisme]()
Foto:Dirk Ercken/Shutterstock
Dari hasil moderasi, ASKfm mencatat ada 45% lebih banyak laporan pertanyaan dan jawaban per pengguna aktif harian pada 2020. Jika dibandingkan dengan 2019, angka pertumbuhan ini melejit sebesar 240%. Hal ini terjadi berkat otomatisasi proses moderasi.
Mengutip siaran pers, ASKfm membekali aplikasi mereka dengan sistem templating yang sanggup mengenali tautan web, kata, dan ekspresi. Jadi kalau ada informasi yang menyinggung atau mencurigakan alias konten negatif, maka konten tersebut akan diblokir dan tidak akan dipublikasikan di ASKfm.
Pada 2020, ASKfm mengklaim telah menambahkan 33.734 data log terkait program antikekerasan ke sistem mereka. Mereka juga menambahkan pola variasi baru ke sistem untuk mencegah hal itu muncul kembali.
“Kami juga membuat template khusus untuk mengidentifikasi konten tekstual yang bisa menimbulkan ancaman bagi pengguna kami. Berkat pola ini, hampir satu juta pesan dengan penghinaan dan bahasa negatif telah dihapus tanpa mencapai platform,” ujar pihak ASKfm.
Baca Juga: 9 Istilah dalam Feminisme yang Perlu Kamu Tahu

Foto:Dirk Ercken/Shutterstock
Lihat Juga :