IPSBI: Pengembangan SDM Bioteknologi Kesehatan Terkendala Praktik di Lapangan
Selasa, 10 Agustus 2021 - 14:24 WIB
loading...
Foto Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Merespon situasi pandemi saat ini, Indonesia memang belum masuk dalam daftar negara produsen vaksin, atau negara yang bisa membuat, memproduksi, dan mengembangkan vaksin Covid-19 dari nol hingga berbentuk vaksin jadi.
Sejauh ini pengolahan vaksin Covid-19, contohnya untuk vaksin Sinovac, yang dilakukan Indonesia masih menggantungkan suplai bahan baku dari China. Lalu, apakah ini artinya sektor bioteknologi dalam negeri, khususnya yang terkait dengan bidang kesehatan, masih sangat kurang?
Baca Juga: Cegah Laju Infeksi Covid-19, Menkes Targetkan 300-400 Ribu Testing per Hari
Menurut Ketua Ikatan Program Studi Bioteknologi Indonesia (IPSBI) Sulistyo Emantoko, terkait pengembangan sumber daya, terutama sumber daya manusia pada bidang bioteknologi kesehatan di dalam negeri, sebetulnya tidak kalah saing dengan luar negeri.
“Kalau kita lihat dari segi penelitian yang ada, yang dihasilkan di bidang bioteknologi kesehatan itu sudah banyak. Misalnya teknologi DNA, vaksin, pengembangan penelitian penyakit-penyakit tertentu, itu kita sudah banyak penelitiannya,” ujar Emantoko saat launching Pfizer Biotech Fellowship, Selasa (10/8).
Sejauh ini pengolahan vaksin Covid-19, contohnya untuk vaksin Sinovac, yang dilakukan Indonesia masih menggantungkan suplai bahan baku dari China. Lalu, apakah ini artinya sektor bioteknologi dalam negeri, khususnya yang terkait dengan bidang kesehatan, masih sangat kurang?
Baca Juga: Cegah Laju Infeksi Covid-19, Menkes Targetkan 300-400 Ribu Testing per Hari
Menurut Ketua Ikatan Program Studi Bioteknologi Indonesia (IPSBI) Sulistyo Emantoko, terkait pengembangan sumber daya, terutama sumber daya manusia pada bidang bioteknologi kesehatan di dalam negeri, sebetulnya tidak kalah saing dengan luar negeri.
“Kalau kita lihat dari segi penelitian yang ada, yang dihasilkan di bidang bioteknologi kesehatan itu sudah banyak. Misalnya teknologi DNA, vaksin, pengembangan penelitian penyakit-penyakit tertentu, itu kita sudah banyak penelitiannya,” ujar Emantoko saat launching Pfizer Biotech Fellowship, Selasa (10/8).
Lihat Juga :